Standar Akuntansi SAK EP & PSAK 69
Standar Akuntansi Keuangan (SAK EP & PSAK 69) - Unit Peternakan (UNT-LAYER)
Dokumen ini memuat standar pengukuran, penyajian laporan keuangan, bagan akun (Chart of Accounts / COA) Suffix .01, perlakuan aset biologis sesuai PSAK 69, serta skenario penjurnalan transaksi otomatis pada Unit Peternakan Ayam Petelur BUMDes.
1. Bagan Akun Standar (COA) Suffix .01#
Unit Peternakan Ayam mengoperasikan pembukuan berbasis akuntansi agrikultur dengan alokasi suffix .01:
| Nomor Akun | Nama Akun Buku Besar | Posisi Normal | Klasifikasi & Karakteristik |
|---|---|---|---|
1-101.01 | Kas & Bank Operasional Peternakan | Debet | Aset Lancar - Rekening operasional unit peternakan |
1-120.01 | Piutang Usaha Penjualan Telur | Debet | Aset Lancar - Tagihan kepada grosir dan toko rekanan |
1-140.01 | Persediaan Telur Segar Komersial | Debet | Aset Lancar - Nilai persediaan telur utuh siap jual di gudang |
1-141.01 | Persediaan Pakan & Konsentrat | Debet | Aset Lancar - Stok pakan jadi dari feedmill/supplier |
1-142.01 | Persediaan Vaksin, Vitamin & Obat | Debet | Aset Lancar - Stok suplemen dan medikasi kesehatan unggas |
1-150.01 | Aset Biologis - Pullet Dara (Pre-Layer) | Debet | Aset Tidak Lancar - Ayam dara umur 13-18 minggu |
1-151.01 | Aset Biologis - Ayam Layer Produktif | Debet | Aset Tidak Lancar - Ayam bertelur produktif umur 19-75 minggu |
1-152.01 | Akumulasi Amortisasi Aset Biologis | Kredit | Kontra Aset - Penyusutan nilai ayam seiring masa produktif bertelur |
1-601 | Rekening Koran (RK) Unit ke Holding | Debet/Kredit | Entitas Antar-Unit - Aliran dana dengan holding BUMDes |
2-101.01 | Utang Usaha Pasokan Pakan Feedmill | Kredit | Kewajiban Lancar - Tagihan pakan internal BUMDes |
4-100.01 | Pendapatan Penjualan Telur Segar | Kredit | Pendapatan Operasional - Penjualan telur grade A, B, dan retak |
4-101.01 | Pendapatan Penjualan Ayam Afkir | Kredit | Pendapatan Operasional - Hasil penjualan ayam culling bobot hidup |
5-101.01 | Beban Pakan Konsentrat Ayam | Debet | Beban Operasional - Biaya konsumsi pakan harian kandang |
5-102.01 | Beban Vaksin, Desinfektan & Obat | Debet | Beban Operasional - Biaya program kesehatan dan biosecurity |
5-103.01 | Beban Gaji & Upah ABK Kandang | Debet | Beban Operasional - Kompensasi harian dan tunjangan tenaga kerja |
5-104.01 | Beban Amortisasi Produktivitas Ayam | Debet | Beban Operasional - Alokasi penyusutan aset biologis bulanan |
5-105.01 | Beban Mortalitas Abnormal Kematian Ayam | Debet | Beban Operasional - Kerugian kematian ayam di atas ambang wajar |
2. Kebijakan Akuntansi PSAK 69 (Aset Biologis Agrikultur)#
2.1. Pengakuan & Pengukuran Pullet Menjadi Layer Produktif
- Fase Pertumbuhan Pullet: Biaya perolehan pullet umur 13 minggu (misal Rp 65.000 per ekor) dicatat pada akun
1-150.01(Aset Biologis Pullet). Seluruh pakan dan vaksin selama minggu ke-13 s/d 18 dikapitalisasi ke dalam nilai perolehan pullet. - Reklasifikasi ke Layer Produktif: Pada minggu ke-19 saat populasi mencapai tingkat produksi telur 10%, saldo akun
1-150.01direklasifikasi secara penuh ke akun1-151.01(Aset Biologis Ayam Layer Produktif). Nilai perolehan final per ekor menjadi sekitar Rp 85.000.
2.2. Metode Amortisasi Masa Produktif Ayam
- Nilai ayam layer disusutkan selama masa produktifnya (56 minggu, dari minggu ke-19 hingga ke-75) dengan metode garis lurus dikurangi estimasi nilai sisa afkir (salvage value):
- Estimasi Harga Jual Ayam Afkir (Bobot 1,8 kg x Rp 15.000/kg) = Rp 27.000 per ekor.
- Nilai yang Diamortisasi = Nilai Perolehan (Rp 85.000) - Nilai Sisa Afkir (Rp 27.000) = Rp 58.000 per ekor.
- Beban Amortisasi per Ekor per Minggu = Rp 58.000 / 56 minggu = Rp 1.035,71 per ekor per minggu.
3. Skenario Penjurnalan Transaksi Baku#
Skenario 1: Reklasifikasi Pullet ke Ayam Layer Produktif
Populasi 5.000 ekor pullet memasuki masa bertelur (nilai total Rp 425.000.000):
[DEBET] 1-151.01 Aset Biologis - Ayam Layer Produktif Rp 425.000.000
[KREDIT] 1-150.01 Aset Biologis - Pullet Dara Rp 425.000.000
Skenario 2: Pemakaian Pakan Harian Kandang
Petugas gudang mengeluarkan 1.150 kg pakan konsentrat (harga HPP Rp 7.500/kg = Rp 8.625.000):
[DEBET] 5-101.01 Beban Pakan Konsentrat Ayam Rp 8.625.000
[KREDIT] 1-141.01 Persediaan Pakan & Konsentrat Rp 8.625.000
Skenario 3: Panen Telur Harian Masuk ke Gudang
Hasil panen hari ini 575 kg telur (nilai wajar titik panen Rp 24.000/kg = Rp 13.800.000):
[DEBET] 1-140.01 Persediaan Telur Segar Komersial Rp 13.800.000
[KREDIT] 4-100.01 Pendapatan Penjualan Telur Segar Rp 13.800.000
Skenario 4: Penjualan Telur Kredit ke Toko Sembako BUMDes
Toko Retail BUMDes membeli 200 kg telur segar seharga Rp 26.000/kg (Total Rp 5.200.000):
[DEBET] 1-120.01 Piutang Usaha Penjualan Telur Rp 5.200.000
[KREDIT] 1-140.01 Persediaan Telur Segar Komersial Rp 4.800.000 (HPP Rp 24.000)
[KREDIT] 4-100.01 Pendapatan Penjualan Telur (Margin) Rp 400.000
Skenario 5: Penjualan Ayam Afkir pada Akhir Siklus
Menjual 1.000 ekor ayam afkir tunai seharga Rp 28.000 per ekor (Rp 28.000.000), di mana nilai buku bersih tersisa adalah Rp 27.000.000 (Harga perolehan Rp 85jt - Akumulasi Amortisasi Rp 58jt):
[DEBET] 1-101.01 Kas & Bank Operasional Peternakan Rp 28.000.000
[DEBET] 1-152.01 Akumulasi Amortisasi Aset Biologis Rp 58.000.000
[KREDIT] 1-151.01 Aset Biologis - Ayam Layer Produktif Rp 85.000.000
[KREDIT] 4-101.01 Keuntungan Penjualan Ayam Afkir Rp 1.000.000