18

Standar Akuntansi SAK EP & PSAK 69

Updated: Sep 2026Oleh: SystemModul Peternakan Ayam & Unggas

Standar Akuntansi Keuangan (SAK EP & PSAK 69) - Unit Peternakan (UNT-LAYER)

Dokumen ini memuat standar pengukuran, penyajian laporan keuangan, bagan akun (Chart of Accounts / COA) Suffix .01, perlakuan aset biologis sesuai PSAK 69, serta skenario penjurnalan transaksi otomatis pada Unit Peternakan Ayam Petelur BUMDes.


1. Bagan Akun Standar (COA) Suffix .01#

Unit Peternakan Ayam mengoperasikan pembukuan berbasis akuntansi agrikultur dengan alokasi suffix .01:

Nomor AkunNama Akun Buku BesarPosisi NormalKlasifikasi & Karakteristik
1-101.01Kas & Bank Operasional PeternakanDebetAset Lancar - Rekening operasional unit peternakan
1-120.01Piutang Usaha Penjualan TelurDebetAset Lancar - Tagihan kepada grosir dan toko rekanan
1-140.01Persediaan Telur Segar KomersialDebetAset Lancar - Nilai persediaan telur utuh siap jual di gudang
1-141.01Persediaan Pakan & KonsentratDebetAset Lancar - Stok pakan jadi dari feedmill/supplier
1-142.01Persediaan Vaksin, Vitamin & ObatDebetAset Lancar - Stok suplemen dan medikasi kesehatan unggas
1-150.01Aset Biologis - Pullet Dara (Pre-Layer)DebetAset Tidak Lancar - Ayam dara umur 13-18 minggu
1-151.01Aset Biologis - Ayam Layer ProduktifDebetAset Tidak Lancar - Ayam bertelur produktif umur 19-75 minggu
1-152.01Akumulasi Amortisasi Aset BiologisKreditKontra Aset - Penyusutan nilai ayam seiring masa produktif bertelur
1-601Rekening Koran (RK) Unit ke HoldingDebet/KreditEntitas Antar-Unit - Aliran dana dengan holding BUMDes
2-101.01Utang Usaha Pasokan Pakan FeedmillKreditKewajiban Lancar - Tagihan pakan internal BUMDes
4-100.01Pendapatan Penjualan Telur SegarKreditPendapatan Operasional - Penjualan telur grade A, B, dan retak
4-101.01Pendapatan Penjualan Ayam AfkirKreditPendapatan Operasional - Hasil penjualan ayam culling bobot hidup
5-101.01Beban Pakan Konsentrat AyamDebetBeban Operasional - Biaya konsumsi pakan harian kandang
5-102.01Beban Vaksin, Desinfektan & ObatDebetBeban Operasional - Biaya program kesehatan dan biosecurity
5-103.01Beban Gaji & Upah ABK KandangDebetBeban Operasional - Kompensasi harian dan tunjangan tenaga kerja
5-104.01Beban Amortisasi Produktivitas AyamDebetBeban Operasional - Alokasi penyusutan aset biologis bulanan
5-105.01Beban Mortalitas Abnormal Kematian AyamDebetBeban Operasional - Kerugian kematian ayam di atas ambang wajar

2. Kebijakan Akuntansi PSAK 69 (Aset Biologis Agrikultur)#

2.1. Pengakuan & Pengukuran Pullet Menjadi Layer Produktif

  1. Fase Pertumbuhan Pullet: Biaya perolehan pullet umur 13 minggu (misal Rp 65.000 per ekor) dicatat pada akun 1-150.01 (Aset Biologis Pullet). Seluruh pakan dan vaksin selama minggu ke-13 s/d 18 dikapitalisasi ke dalam nilai perolehan pullet.
  2. Reklasifikasi ke Layer Produktif: Pada minggu ke-19 saat populasi mencapai tingkat produksi telur 10%, saldo akun 1-150.01 direklasifikasi secara penuh ke akun 1-151.01 (Aset Biologis Ayam Layer Produktif). Nilai perolehan final per ekor menjadi sekitar Rp 85.000.

2.2. Metode Amortisasi Masa Produktif Ayam

  • Nilai ayam layer disusutkan selama masa produktifnya (56 minggu, dari minggu ke-19 hingga ke-75) dengan metode garis lurus dikurangi estimasi nilai sisa afkir (salvage value):
  • Estimasi Harga Jual Ayam Afkir (Bobot 1,8 kg x Rp 15.000/kg) = Rp 27.000 per ekor.
  • Nilai yang Diamortisasi = Nilai Perolehan (Rp 85.000) - Nilai Sisa Afkir (Rp 27.000) = Rp 58.000 per ekor.
  • Beban Amortisasi per Ekor per Minggu = Rp 58.000 / 56 minggu = Rp 1.035,71 per ekor per minggu.

3. Skenario Penjurnalan Transaksi Baku#

Skenario 1: Reklasifikasi Pullet ke Ayam Layer Produktif

Populasi 5.000 ekor pullet memasuki masa bertelur (nilai total Rp 425.000.000):

[DEBET] 1-151.01 Aset Biologis - Ayam Layer Produktif Rp 425.000.000
[KREDIT] 1-150.01 Aset Biologis - Pullet Dara Rp 425.000.000

Skenario 2: Pemakaian Pakan Harian Kandang

Petugas gudang mengeluarkan 1.150 kg pakan konsentrat (harga HPP Rp 7.500/kg = Rp 8.625.000):

[DEBET] 5-101.01 Beban Pakan Konsentrat Ayam Rp 8.625.000
[KREDIT] 1-141.01 Persediaan Pakan & Konsentrat Rp 8.625.000

Skenario 3: Panen Telur Harian Masuk ke Gudang

Hasil panen hari ini 575 kg telur (nilai wajar titik panen Rp 24.000/kg = Rp 13.800.000):

[DEBET] 1-140.01 Persediaan Telur Segar Komersial Rp 13.800.000
[KREDIT] 4-100.01 Pendapatan Penjualan Telur Segar Rp 13.800.000

Skenario 4: Penjualan Telur Kredit ke Toko Sembako BUMDes

Toko Retail BUMDes membeli 200 kg telur segar seharga Rp 26.000/kg (Total Rp 5.200.000):

[DEBET] 1-120.01 Piutang Usaha Penjualan Telur Rp 5.200.000
[KREDIT] 1-140.01 Persediaan Telur Segar Komersial Rp 4.800.000 (HPP Rp 24.000)
[KREDIT] 4-100.01 Pendapatan Penjualan Telur (Margin) Rp 400.000

Skenario 5: Penjualan Ayam Afkir pada Akhir Siklus

Menjual 1.000 ekor ayam afkir tunai seharga Rp 28.000 per ekor (Rp 28.000.000), di mana nilai buku bersih tersisa adalah Rp 27.000.000 (Harga perolehan Rp 85jt - Akumulasi Amortisasi Rp 58jt):

[DEBET] 1-101.01 Kas & Bank Operasional Peternakan Rp 28.000.000
[DEBET] 1-152.01 Akumulasi Amortisasi Aset Biologis Rp 58.000.000
[KREDIT] 1-151.01 Aset Biologis - Ayam Layer Produktif Rp 85.000.000
[KREDIT] 4-101.01 Keuntungan Penjualan Ayam Afkir Rp 1.000.000

Apakah panduan ini membantu Anda?