Roadmap Smart Farming & Hilirisasi
Updated: Sep 2026Oleh: SystemModul Pertanian & Smart Farming
Peta Jalan Pengembangan (Roadmap) - Unit Pertanian & Smart Farming (UNT-TANI)
Dokumen ini memuat arah strategis tahapan modernisasi budidaya hortikultura, penerapan otomatisasi irigasi berbasis sensor Internet of Things (IoT), pemetaan kesehatan tanaman menggunakan drone citra NDVI, serta pembangunan fasilitas hilirisasi pasca-panen pada Unit Pertanian BUMDes Mandiri Sejahtera.
1. Visi Pengembangan Agribisnis Presisi Desa#
Menjadikan Unit Pertanian BUMDes sebagai pelopor pertanian presisi (smart precision farming) di perdesaan yang hemat air dan pupuk, produktif tinggi (hasil panen cabai >= 1,2 kg/pohon), berdaya tahan terhadap anomali iklim, serta menjamin stabilitas pasokan pangan desa dan industri hilir BUMDes secara berkelanjutan.
2. Rencana Pengembangan 3 Fase (2026 - 2028)#
2026 Q1-Q2 2026 Q3-Q4 2027 - 2028
[FASE 1] [FASE 2] [FASE 3]
Standarisasi Lahan & Smart Farming IoT & Hilirisasi Dome Dryer &
Pemetaan Spasial GIS Drone Monitoring NDVI Cold Storage Desa
- Instalasi Drip Tape - Solenoid Valve Otomatis - Solar Dome Dryer Cabai Kering
- Pemetaan Poligon GIS - Stasiun Cuaca Mini IoT - Cold Storage 20 Ton
- Integrasi Pupuk TPS3R - Analisis Kesehatan NDVI - Produk Olahan BUMDes Flakes
Fase 1: Standarisasi SOP Lahan & Pemetaan GIS (Q1 - Q2 2026)
- Pemasangan Infrastruktur Irigasi Tetes:
- Pemasangan jaringan pipa PVC dan selang drip tape emiter 20 cm pada seluruh 2 Hektar Kebun Inti cabai rawit.
- Pembangunan instalasi fertigasi venturi untuk penyaluran nutrisi pupuk langsung ke perakaran.
- Digitalisasi Peta Spasial Lahan (GIS):
- Pemetaan poligon koordinat GPS batas kepemilikan petak lahan pada modul GIS ERP BUMDes.
- Perekaman data riwayat budidaya, varietas benih, dan jadwal pemupukan per sub-blok kebun.
- Pemberdayaan Rantai Pasok Pupuk Desa:
- Pemanfaatan pupuk organik kasgot dari Unit 21 (TPS3R) sebanyak 10 ton per hektar sebagai pupuk dasar wajib ramah lingkungan.
Fase 2: Smart Farming IoT & Monitoring Drone NDVI (Q3 - Q4 2026)
- Otomatisasi Irigasi Berbasis Solenoid Valve & IoT:
- Pemasangan sensor kelembaban tanah (soil moisture probe) dan katup listrik solenoid yang terhubung ke mikrokontroler ESP32.
- Sistem membuka dan menutup aliran air secara otomatis berdasarkan ambang batas kelembaban tanah (otomatis menyiram jika kelembaban < 55%, berhenti jika mencapai 75%).
- Stasiun Cuaca Mini Pertanian (Weather Station IoT):
- Memantau curah hujan harian, kecepatan angin, suhu udara, dan radiasi sinar matahari di tengah kebun.
- Prediksi risiko serangan jamur patogen antraknosa (patek) berdasarkan kelembaban udara tinggi pasca-hujan.
- Pemantauan Kesehatan Tanaman dengan Drone NDVI:
- Pemindaian udara berkala sebulan sekali menggunakan drone berkamera multispektral untuk mendeteksi tanaman stres kekurangan nitrogen atau terserang hama sebelum gejala kasat mata muncul.
Fase 3: Hilirisasi Solar Dome Dryer & Cold Storage (2027 - 2028)
- Pembangunan Rumah Pengering Tenaga Surya (Solar Dome Dryer):
- Mengatasi anjloknya harga cabai segar saat panen raya serentak dengan mengeringkan cabai menjadi cabai kering (dried chili) higienis tanpa debu.
- Pengolahan lanjutan menjadi cabai bubuk kemasan premium (BUMDes Chili Flakes) bekerja sama dengan Unit Manufaktur.
- Penyimpanan Berpendingin (Cold Storage Kapasitas 20 Ton):
- Menjaga kesegaran cabai merah dan hortikultura hingga 30 hari pada suhu 5 - 8 derajat Celsius untuk dijual saat harga pasar melonjak tinggi.
- Ekspansi Plasma Petani 25 Hektar:
- Memperluas areal binaan petani jagung hibrida dan hortikultura hingga 25 hektar di tiga desa sekitar, dengan jaminan serap panen dan asuransi tani AUTP.