Standar Akuntansi Agrikultur PSAK 69
Standar Akuntansi Keuangan (SAK EP & PSAK 69) - Unit Pertanian (UNT-TANI)
Dokumen ini memuat standar pengukuran akuntansi agrikultur, bagan akun (Chart of Accounts / COA) Suffix .03, perlakuan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan Tanaman Menghasilkan (TM) sesuai PSAK 69, serta skenario penjurnalan transaksi otomatis pada Unit Pertanian BUMDes.
1. Bagan Akun Standar (COA) Suffix .03#
Unit Pertanian mengoperasikan pembukuan berbasis agrikultur presisi dengan alokasi suffix .03:
| Nomor Akun | Nama Akun Buku Besar | Posisi Normal | Klasifikasi & Karakteristik |
|---|---|---|---|
1-101.03 | Kas & Bank Operasional Pertanian | Debet | Aset Lancar - Rekening operasional kebun pertanian |
1-120.03 | Piutang Usaha Penjualan Panen | Debet | Aset Lancar - Tagihan penjualan cabai ke grosir/pasar |
1-140.03 | Persediaan Hasil Panen (Cabai & Jagung) | Debet | Aset Lancar - Nilai wajar hasil petik di gudang sortir |
1-141.03 | Persediaan Benih, Pupuk & Pestisida | Debet | Aset Lancar - Stok saprotan belum diaplikasikan ke lahan |
1-142.03 | Persediaan Mulsa, Selang Drip & Ajir | Debet | Aset Lancar - Stok material instalasi bedengan |
1-150.03 | Aset Biologis - Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) | Debet | Aset Tidak Lancar - Akumulasi biaya tanaman umur 0-90 hari |
1-151.03 | Aset Biologis - Tanaman Menghasilkan (TM) | Debet | Aset Tidak Lancar - Tanaman masa petik umur 91-180 hari |
1-152.03 | Akumulasi Amortisasi Tanaman Menghasilkan | Kredit | Kontra Aset - Penyusutan tanaman selama masa petik |
1-603 | Rekening Koran (RK) Unit ke Holding | Debet/Kredit | Entitas Antar-Unit - Aliran modal kerja holding BUMDes |
2-101.03 | Utang Pengadaan Saprotan & Upah Petik | Kredit | Kewajiban Lancar - Tagihan tenaga kerja borongan dan toko tani |
4-100.03 | Pendapatan Penjualan Hasil Panen | Kredit | Pendapatan Operasional - Penjualan komoditas cabai dan jagung |
5-101.03 | Beban Saprotan, Pupuk & Obat Tanaman | Debet | Beban Operasional - Pemakaian pupuk fertigasi & pestisida |
5-102.03 | Beban Upah Tenaga Kerja Olah Tanah & Petik | Debet | Beban Operasional - Biaya tenaga kerja penanaman & panen |
5-103.03 | Beban Listrik Pompa Irigasi & Solar Traktor | Debet | Beban Operasional - Energi operasional pengairan lahan |
5-104.03 | Beban Amortisasi Tanaman Menghasilkan | Debet | Beban Operasional - Alokasi penyusutan nilai biologis tanaman |
2. Kebijakan Akuntansi PSAK 69 (Aset Biologis Tanaman Hortikultura)#
2.1. Kapitalisasi Biaya Tanaman Belum Menghasilkan (TBM)
- Seluruh biaya pengolahan lahan, mulsa, benih, pupuk dasar, dan tenaga kerja sejak persemaian hingga tanaman berumur 90 hari (sebelum petik perdana) diakumulasikan ke akun
1-150.03(Aset Biologis - TBM). - Estimasi total biaya kapitalisasi TBM untuk 1 Hektar kebun cabai (16.000 pohon) adalah sekitar Rp 80.000.000 (atau Rp 5.000 per pohon).
2.2. Reklasifikasi dan Amortisasi Tanaman Menghasilkan (TM)
- Pada saat panen komersial pertama dimulai (hari ke-91), seluruh saldo
1-150.03direklasifikasi ke akun1-151.03(Aset Biologis - TM). - Nilai tanaman diamortisasikan selama masa produktif pemetikan (sekitar 3 bulan atau 12 minggu masa petik):
- Beban Amortisasi per Minggu = Rp 80.000.000 / 12 minggu = Rp 6.666.667 per minggu.
3. Skenario Penjurnalan Transaksi Baku#
Skenario 1: Reklasifikasi Tanaman TBM ke Tanaman TM
Kebun cabai Blok A mencapai umur 91 hari dan siap dipanen (Nilai kapitalisasi Rp 80.000.000):
[DEBET] 1-151.03 Aset Biologis - Tanaman Menghasilkan (TM) Rp 80.000.000
[KREDIT] 1-150.03 Aset Biologis - Tanaman Belum Menghasilkan Rp 80.000.000
Skenario 2: Panen Petik Harian & Pengakuan Persediaan di Gudang Sortir
Pemetikan ke-4 menghasilkan 800 kg cabai rawit merah (nilai pasar titik panen Rp 35.000/kg = Rp 28.000.000):
[DEBET] 1-140.03 Persediaan Hasil Panen (Cabai Segar) Rp 28.000.000
[KREDIT] 4-100.03 Pendapatan Penjualan Hasil Panen Rp 28.000.000
Skenario 3: Penjualan Cabai Tunai ke Pasar Induk & Unit Kuliner
Menjual 500 kg ke pasar induk seharga Rp 38.000/kg (Rp 19.000.000) dan 100 kg ke Unit Kuliner Pujasera BUMDes (Unit 19) seharga Rp 35.000/kg (Rp 3.500.000):
[DEBET] 1-101.03 Kas & Bank Operasional Pertanian Rp 19.000.000
[DEBET] 1-120.03 Piutang Antar-Unit Kuliner (Unit 19) Rp 3.500.000
[KREDIT] 1-140.03 Persediaan Hasil Panen (600 kg @Rp 35.000) Rp 21.000.000
[KREDIT] 4-100.03 Pendapatan Penjualan Panen (Margin) Rp 1.500.000
Skenario 4: Amortisasi Mingguan Tanaman Menghasilkan (PSAK 69)
Membukukan amortisasi masa petik minggu berjalan:
[DEBET] 5-104.03 Beban Amortisasi Tanaman Menghasilkan Rp 6.666.667
[KREDIT] 1-152.03 Akumulasi Amortisasi Tanaman Rp 6.666.667
Skenario 5: Penyerapan Jagung Petani & Pelunasan Pembiayaan Yarnen USP
BUMDes menyerap 10 ton jagung pipil kering panen petani mitra seharga Rp 5.000/kg (Total Rp 50.000.000). Petani memiliki kewajiban pinjaman saprotan Yarnen di Unit 05 (USP) sebesar Rp 20.000.000:
(Pada Pembukuan Unit Pertanian)
[DEBET] 1-140.03 Persediaan Jagung Pipil (Bahan Pakan) Rp 50.000.000
[KREDIT] 1-605 Rekening Koran Unit Simpan Pinjam (USP) Rp 20.000.000
[KREDIT] 1-101.03 Kas & Bank Operasional (Dibayarkan Tunai) Rp 30.000.000
(Secara simultan, sistem ERP membukukan pelunasan piutang debitur di modul USP 1-120.05 sebesar Rp 20.000.000 melalui Rekening Koran simetris).