Integrasi Spasial GIS & Cuaca IoT
Updated: Sep 2026Oleh: SystemModul Pertanian & Smart Farming
Integrasi Pihak Ketiga & Teknologi Spasial - Unit Pertanian & Smart Farming (UNT-TANI)
Dokumen ini memuat spesifikasi integrasi antarmuka pemrograman aplikasi (Application Programming Interface / API) dengan pemetaan spasial geospasial GIS, jaringan sensor cuaca IoT, layanan prakiraan iklim BMKG, serta sistem logistik pasokan pasar pada Unit Pertanian BUMDes.
1. Arsitektur Konektivitas Smart Farming#
+-------------------------------------------------------------------------+
| ERP BUMDes - Smart Agriculture Core |
| (PostgreSQL Database, GeoJSON Spasial, PSAK 69 Triggers, Yarnen API) |
+-------------------------------------------------------------------------+
| | |
v (MQTT Telemetri Cuaca) v (GeoJSON Rest API) v (HTTP Webhook)
+------------------+ +-------------------+ +--------------------+
| Stasiun Cuaca IoT| | OpenStreetMap GIS | | Data Cuaca BMKG |
| (ESP32 Weather) | | (Pemetaan Lahan) | | (Prakiraan Iklim) |
+------------------+ +-------------------+ +--------------------+
| | |
v v v
Curah Hujan, Suhu, Batas Poligon Petak Peringatan Cuaca
Kelembaban Tanah Kebun Lahan & Deteksi Tumpang Ekstrem & Musim
2. Pemetaan Geospasial Lahan Pertanian (GIS & GeoJSON API)#
2.1. Validasi Poligon Batas Petak Kebun
Setiap petak lahan dicatat dalam format GeoJSON standar EPSG:4326 (WGS 84):
json{ "type": "Feature", "geometry": { "type": "Polygon", "coordinates": [ [ [106.845120, -6.214620], [106.846500, -6.214620], [106.846500, -6.216200], [106.845120, -6.216200], [106.845120, -6.214620] ] ] }, "properties": { "parcel_code": "KEBUN-BLOK-A1", "farmer_name": "Kelompok Tani Sejahtera Mandiri", "commodity": "CABAI_RAWIT_MERAH", "area_sqm": 10000, "planting_date": "2026-09-01" } }
2.2. Pencegahan Klaim Lahan Ganda (Anti-Overlapping Check)
- Sistem GIS ERP BUMDes menjalankan kueri spasial otomatis menggunakan fungsi PostGIS
ST_OverlapsatauST_Intersectssaat pendaftaran petak baru. - Apabila poligon petak lahan baru bertumpukan dengan petak petani lain yang sudah terdaftar, sistem menolak pendaftaran secara otomatis guna mencegah penjaminan fiktif pada pembiayaan Yarnen.
3. Stasiun Cuaca IoT Mini di Lahan Kebun (Weather Station)#
- Parameter Sensor yang Dikirimkan:
- Tipping Bucket Rain Gauge: Mengukur akumulasi curah hujan per jam (mm/jam).
- Soil Moisture Probe (Kadar Air Tanah): Ditanam pada kedalaman 15 cm dan 30 cm di perakaran cabai.
- Pyranometer Sensor: Mengukur intensitas radiasi sinar matahari harian (Watt/m2).
- Otomasi Katup Irigasi (Smart Irrigation Trigger):
- Jika sensor kelembaban tanah mendeteksi nilai < 50% dan sensor hujan bernilai 0 mm/jam, sistem mengirim perintah sinyal membuka katup solenoid irigasi tetes secara otomatis.
4. Integrasi Data Cuaca BMKG (Prakiraan Iklim Agrikultur)#
- Sistem ERP terhubung dengan API Terbuka BMKG untuk menarik prakiraan cuaca 7 hari ke depan di wilayah kecamatan desa:
- Peringatan Dini Curah Hujan Tinggi (> 50 mm/hari): Sistem mengirim pesan WhatsApp otomatis ke Mandor Kebun untuk menghentikan pemupukan urea (mencegah hanyut terbawa air) dan memeriksa parit drainase.
- Prakiraan Awal Musim Kemarau: Notifikasi kepada petani plasma jagung untuk mempersiapkan benih varietas tahan kekeringan.