Standar Akuntansi SAK EP .04
Standar Akuntansi Unit Perdagangan & Trading House B2B (UNT-TRADE)
1. Landasan Standar Akuntansi SAK EP#
Unit Perdagangan Komoditas dan Trading House B2B menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) Bab 13 mengenai Persediaan (Inventories) dan Bab 23 mengenai Pendapatan (Revenue). Unit ini beroperasi dengan nomor Suffix Akun Terisolasi .04 untuk menjamin tidak terjadi percampuran kas, persediaan, maupun piutang dengan unit usaha BUMDes lainnya.
1.1 Prinsip Penilaian Persediaan
- Sistem Pencatatan: Persediaan dicatat menggunakan metode Perpetual. Setiap transaksi penerimaan barang dan pengeluaran barang langsung memutasi saldo akun persediaan di neraca dan akun HPP di laba rugi.
- Metode Penilaian Harga Pokok: Menggunakan metode Rata-rata Bergerak (Moving Average Cost Method).
- Biaya Perolehan (Cost of Purchase): Mencakup harga beli komoditas ditambah seluruh biaya langsung yang timbul hingga barang siap dijual (biaya angkut masuk / freight-in, biaya bongkar muat buruh, dan biaya pengeringan/sortir awal).
- Penilaian Akhir Periode: Persediaan disajikan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (Lower of Cost or Net Realizable Value / LCNRV).
2. Bagan Akun Standar (COA) Suffix .04#
| Kode Akun | Nama Akun Akuntansi | Posisi Normal | Fungsi & Deskripsi |
|---|---|---|---|
1-101.04 | Kas Operasional Trading House | Debit | Kas tunai untuk transaksi timbangan petani harian. |
1-102.04 | Rekening Bank Operasional Trading | Debit | Rekening giro/bank penampung transfer buyer B2B. |
1-103.04 | Kas Kecil Imprest Trading | Debit | Kas kecil kantor operasional dan operasional armada. |
1-120.04 | Piutang Usaha B2B | Debit | Tagihan penjualan komoditas tempo ke buyer industri. |
1-129.04 | Penyisihan Kerugian Piutang B2B | Kredit | Kontra aset pencadangan piutang ragu-ragu. |
1-140.04 | Persediaan Komoditas Gabungan | Debit | Induk akun persediaan barang dagangan trading. |
1-140.041 | Persediaan Jagung Pipil Kering | Debit | Stok jagung pipil pakan curah di gudang. |
1-140.042 | Persediaan Beras & Gabah | Debit | Stok beras medium/premium kemasan dan curah. |
1-140.043 | Persediaan Cabai Segar | Debit | Stok cabai merah/rawit segar transit. |
1-140.044 | Persediaan Telur Segar Grosir | Debit | Stok telur krat grosir di gudang berpendingin. |
1-140.045 | Persediaan Sembako FMCG | Debit | Stok minyak goreng, gula pasir, tepung kartonan. |
1-604 | Rekening Koran (RK) Unit Trading | Timbal Balik | Akun penyeimbang transaksi modal & transfer holding. |
2-101.04 | Hutang Usaha Pemasok | Kredit | Kewajiban pembayaran tempo ke distributor sembako. |
4-100.04 | Pendapatan Penjualan Komoditas B2B | Kredit | Pendapatan dari penjualan partai besar/grosir. |
4-101.04 | Pendapatan Jasa Timbang & Sortir | Kredit | Pendapatan sewa jembatan timbang pihak ketiga. |
5-100.04 | Beban Pokok Penjualan (HPP) Komoditas | Debit | Harga pokok komoditas yang terjual ke pembeli. |
5-201.04 | Beban Tenaga Kerja Bongkar Muat | Debit | Upah buruh angkut per karung / tonase. |
5-202.04 | Beban Transportasi & Ekspedisi Keluar | Debit | Ongkos kirim armada truk pengiriman pesanan B2B. |
5-203.04 | Beban Karung & Pengemasan | Debit | Biaya plastik kemasan, karung goni, dan jahitan karung. |
5-204.04 | Beban Susut & Kerusakan Komoditas | Debit | Kerugian akibat penyusutan kadar air / butir rusak. |
3. Skenario Penjurnalan Transaksi Otomatis#
Skenario 1: Pembelian Komoditas Curah Tunai dari Petani Lokal
Unit Perdagangan membeli 5.000 kg jagung pipil kering dari petani lokal dengan harga Rp 5.200 per kg secara tunai. Biaya bongkar muat buruh dibayarkan tunai Rp 50 per kg (Rp 250.000). Total biaya perolehan jagung menjadi Rp 5.250/kg (Rp 26.250.000).
[DEBIT] 1-140.041 Persediaan Jagung Pipil Kering Rp 26.250.000
[KREDIT] 1-101.04 Kas Operasional Trading House Rp 26.250.000
(Keterangan: Biaya angkut/bongkar dikapitalisasi langsung ke persediaan sesuai SAK EP Bab 13)
Skenario 2: Penyerapan Komoditas Intercompany At-Cost dari Unit 03 (Pertanian)
Unit Perdagangan menyerap 2.000 kg cabai merah hasil panen Unit 03 secara at-cost pada HPP murni Rp 7.500 per kg (Total Rp 15.000.000). Transaksi diselesaikan melalui Rekening Koran Antar-Unit:
Jurnal di Buku Unit 04 (Trading House):
[DEBIT] 1-140.043 Persediaan Cabai Segar Rp 15.000.000
[KREDIT] 1-604 Rekening Koran (RK) Unit Trading Rp 15.000.000
Jurnal Simetris di Buku Unit 03 (Pertanian):
[DEBIT] 1-603 Rekening Koran (RK) Unit Pertanian Rp 15.000.000
[KREDIT] 1-140.03 Persediaan Hasil Panen Cabai Rp 15.000.000
(Keterangan: Transaksi intra-BUMDes zero phantom profit, laba holding tidak menggembung semu)
Skenario 3: Penjualan Komoditas B2B Tempo 14 Hari ke Buyer Industri
Unit Perdagangan menjual 10 ton (10.000 kg) jagung pipil kepada CV Pakan Ternak Mandiri dengan harga Rp 5.800 per kg (Nilai Faktur: Rp 58.000.000) dengan syarat pembayaran tempo 14 hari. Nilai HPP rata-rata berjalan jagung di sistem tercatat Rp 5.250 per kg (Total HPP: Rp 52.500.000).
Pencatatan Piutang & Pengakuan Pendapatan:
[DEBIT] 1-120.04 Piutang Usaha B2B Rp 58.000.000
[KREDIT] 4-100.04 Pendapatan Penjualan Komoditas B2B Rp 58.000.000
Pencatatan Pengeluaran Stok & Beban Pokok:
[DEBIT] 5-100.04 Beban Pokok Penjualan (HPP) Komoditas Rp 52.500.000
[KREDIT] 1-140.041 Persediaan Jagung Pipil Kering Rp 52.500.000
(Keterangan: Margin kotor transaksi adalah Rp 5.500.000 atau 9,48% dari omzet penjualan)
Skenario 4: Pasokan Sembako Grosir ke Unit 17 (Toko POS Ritel BUMDes)
Unit 04 mendistribusikan 50 karton minyak goreng (isi 12 pouch @1 Liter) ke Unit 17 dengan harga grosir internal Rp 168.000 per karton (Total Rp 8.400.000). Nilai HPP perolehan Unit 04 tercatat Rp 162.000 per karton (Total HPP Rp 8.100.000).
Jurnal di Buku Unit 04 (Trading House):
[DEBIT] 1-604 Rekening Koran (RK) Unit Trading Rp 8.400.000
[KREDIT] 4-100.04 Pendapatan Penjualan Komoditas B2B Rp 8.400.000
[DEBIT] 5-100.04 Beban Pokok Penjualan (HPP) Komoditas Rp 8.100.000
[KREDIT] 1-140.045 Persediaan Sembako FMCG Rp 8.100.000
Jurnal di Buku Unit 17 (Toko POS Ritel):
[DEBIT] 1-140.17 Persediaan Barang Dagangan Ritel Rp 8.400.000
[KREDIT] 1-617 Rekening Koran (RK) Unit Toko Ritel Rp 8.400.000
Skenario 5: Penyesuaian Selisih Susut Timbangan Pengiriman (Transit Shrinkage)
Dari pengiriman 10 ton jagung ke buyer, terjadi penyusutan alami sebesar 35 kg (0,35%, masih dalam ambang batas toleransi 0,5%). Nilai HPP susut sebesar 35 kg x Rp 5.250 = Rp 183.750 diakui sebagai beban penyusutan normal operasional.
[DEBIT] 5-204.04 Beban Susut & Kerusakan Komoditas Rp 183.750
[KREDIT] 1-140.041 Persediaan Jagung Pipil Kering Rp 183.750