18

Standar Akuntansi SAK EP .04

Updated: Sep 2026Oleh: SystemModul Perdagangan & Trading House B2B

Standar Akuntansi Unit Perdagangan & Trading House B2B (UNT-TRADE)

1. Landasan Standar Akuntansi SAK EP#

Unit Perdagangan Komoditas dan Trading House B2B menerapkan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) Bab 13 mengenai Persediaan (Inventories) dan Bab 23 mengenai Pendapatan (Revenue). Unit ini beroperasi dengan nomor Suffix Akun Terisolasi .04 untuk menjamin tidak terjadi percampuran kas, persediaan, maupun piutang dengan unit usaha BUMDes lainnya.

1.1 Prinsip Penilaian Persediaan

  1. Sistem Pencatatan: Persediaan dicatat menggunakan metode Perpetual. Setiap transaksi penerimaan barang dan pengeluaran barang langsung memutasi saldo akun persediaan di neraca dan akun HPP di laba rugi.
  2. Metode Penilaian Harga Pokok: Menggunakan metode Rata-rata Bergerak (Moving Average Cost Method).
  3. Biaya Perolehan (Cost of Purchase): Mencakup harga beli komoditas ditambah seluruh biaya langsung yang timbul hingga barang siap dijual (biaya angkut masuk / freight-in, biaya bongkar muat buruh, dan biaya pengeringan/sortir awal).
  4. Penilaian Akhir Periode: Persediaan disajikan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi bersih (Lower of Cost or Net Realizable Value / LCNRV).

2. Bagan Akun Standar (COA) Suffix .04#

Kode AkunNama Akun AkuntansiPosisi NormalFungsi & Deskripsi
1-101.04Kas Operasional Trading HouseDebitKas tunai untuk transaksi timbangan petani harian.
1-102.04Rekening Bank Operasional TradingDebitRekening giro/bank penampung transfer buyer B2B.
1-103.04Kas Kecil Imprest TradingDebitKas kecil kantor operasional dan operasional armada.
1-120.04Piutang Usaha B2BDebitTagihan penjualan komoditas tempo ke buyer industri.
1-129.04Penyisihan Kerugian Piutang B2BKreditKontra aset pencadangan piutang ragu-ragu.
1-140.04Persediaan Komoditas GabunganDebitInduk akun persediaan barang dagangan trading.
1-140.041Persediaan Jagung Pipil KeringDebitStok jagung pipil pakan curah di gudang.
1-140.042Persediaan Beras & GabahDebitStok beras medium/premium kemasan dan curah.
1-140.043Persediaan Cabai SegarDebitStok cabai merah/rawit segar transit.
1-140.044Persediaan Telur Segar GrosirDebitStok telur krat grosir di gudang berpendingin.
1-140.045Persediaan Sembako FMCGDebitStok minyak goreng, gula pasir, tepung kartonan.
1-604Rekening Koran (RK) Unit TradingTimbal BalikAkun penyeimbang transaksi modal & transfer holding.
2-101.04Hutang Usaha PemasokKreditKewajiban pembayaran tempo ke distributor sembako.
4-100.04Pendapatan Penjualan Komoditas B2BKreditPendapatan dari penjualan partai besar/grosir.
4-101.04Pendapatan Jasa Timbang & SortirKreditPendapatan sewa jembatan timbang pihak ketiga.
5-100.04Beban Pokok Penjualan (HPP) KomoditasDebitHarga pokok komoditas yang terjual ke pembeli.
5-201.04Beban Tenaga Kerja Bongkar MuatDebitUpah buruh angkut per karung / tonase.
5-202.04Beban Transportasi & Ekspedisi KeluarDebitOngkos kirim armada truk pengiriman pesanan B2B.
5-203.04Beban Karung & PengemasanDebitBiaya plastik kemasan, karung goni, dan jahitan karung.
5-204.04Beban Susut & Kerusakan KomoditasDebitKerugian akibat penyusutan kadar air / butir rusak.

3. Skenario Penjurnalan Transaksi Otomatis#

Skenario 1: Pembelian Komoditas Curah Tunai dari Petani Lokal

Unit Perdagangan membeli 5.000 kg jagung pipil kering dari petani lokal dengan harga Rp 5.200 per kg secara tunai. Biaya bongkar muat buruh dibayarkan tunai Rp 50 per kg (Rp 250.000). Total biaya perolehan jagung menjadi Rp 5.250/kg (Rp 26.250.000).

[DEBIT] 1-140.041 Persediaan Jagung Pipil Kering Rp 26.250.000
[KREDIT] 1-101.04 Kas Operasional Trading House Rp 26.250.000

(Keterangan: Biaya angkut/bongkar dikapitalisasi langsung ke persediaan sesuai SAK EP Bab 13)


Skenario 2: Penyerapan Komoditas Intercompany At-Cost dari Unit 03 (Pertanian)

Unit Perdagangan menyerap 2.000 kg cabai merah hasil panen Unit 03 secara at-cost pada HPP murni Rp 7.500 per kg (Total Rp 15.000.000). Transaksi diselesaikan melalui Rekening Koran Antar-Unit:

Jurnal di Buku Unit 04 (Trading House):

[DEBIT] 1-140.043 Persediaan Cabai Segar Rp 15.000.000
[KREDIT] 1-604 Rekening Koran (RK) Unit Trading Rp 15.000.000

Jurnal Simetris di Buku Unit 03 (Pertanian):

[DEBIT] 1-603 Rekening Koran (RK) Unit Pertanian Rp 15.000.000
[KREDIT] 1-140.03 Persediaan Hasil Panen Cabai Rp 15.000.000

(Keterangan: Transaksi intra-BUMDes zero phantom profit, laba holding tidak menggembung semu)


Skenario 3: Penjualan Komoditas B2B Tempo 14 Hari ke Buyer Industri

Unit Perdagangan menjual 10 ton (10.000 kg) jagung pipil kepada CV Pakan Ternak Mandiri dengan harga Rp 5.800 per kg (Nilai Faktur: Rp 58.000.000) dengan syarat pembayaran tempo 14 hari. Nilai HPP rata-rata berjalan jagung di sistem tercatat Rp 5.250 per kg (Total HPP: Rp 52.500.000).

Pencatatan Piutang & Pengakuan Pendapatan:

[DEBIT] 1-120.04 Piutang Usaha B2B Rp 58.000.000
[KREDIT] 4-100.04 Pendapatan Penjualan Komoditas B2B Rp 58.000.000

Pencatatan Pengeluaran Stok & Beban Pokok:

[DEBIT] 5-100.04 Beban Pokok Penjualan (HPP) Komoditas Rp 52.500.000
[KREDIT] 1-140.041 Persediaan Jagung Pipil Kering Rp 52.500.000

(Keterangan: Margin kotor transaksi adalah Rp 5.500.000 atau 9,48% dari omzet penjualan)


Skenario 4: Pasokan Sembako Grosir ke Unit 17 (Toko POS Ritel BUMDes)

Unit 04 mendistribusikan 50 karton minyak goreng (isi 12 pouch @1 Liter) ke Unit 17 dengan harga grosir internal Rp 168.000 per karton (Total Rp 8.400.000). Nilai HPP perolehan Unit 04 tercatat Rp 162.000 per karton (Total HPP Rp 8.100.000).

Jurnal di Buku Unit 04 (Trading House):

[DEBIT] 1-604 Rekening Koran (RK) Unit Trading Rp 8.400.000
[KREDIT] 4-100.04 Pendapatan Penjualan Komoditas B2B Rp 8.400.000

[DEBIT] 5-100.04 Beban Pokok Penjualan (HPP) Komoditas Rp 8.100.000
[KREDIT] 1-140.045 Persediaan Sembako FMCG Rp 8.100.000

Jurnal di Buku Unit 17 (Toko POS Ritel):

[DEBIT] 1-140.17 Persediaan Barang Dagangan Ritel Rp 8.400.000
[KREDIT] 1-617 Rekening Koran (RK) Unit Toko Ritel Rp 8.400.000

Skenario 5: Penyesuaian Selisih Susut Timbangan Pengiriman (Transit Shrinkage)

Dari pengiriman 10 ton jagung ke buyer, terjadi penyusutan alami sebesar 35 kg (0,35%, masih dalam ambang batas toleransi 0,5%). Nilai HPP susut sebesar 35 kg x Rp 5.250 = Rp 183.750 diakui sebagai beban penyusutan normal operasional.

[DEBIT] 5-204.04 Beban Susut & Kerusakan Komoditas Rp 183.750
[KREDIT] 1-140.041 Persediaan Jagung Pipil Kering Rp 183.750

Apakah panduan ini membantu Anda?