Standar Akuntansi Jasa Pariwisata (Suffix .20)
Standar Akuntansi & COA: Unit Ekowisata & Pariwisata Pedesaan (UNT-WISATA, Suffix .20)
1. Landasan Teori SAK EP & Rekonsiliasi Kas Wisata#
Operasional pariwisata memiliki karakteristik volume transaksi kas harian yang sangat tinggi pada akhir pekan (weekend peak), penjualan tiket berjangka pendek, serta keterlibatan pihak ketiga (perusahaan asuransi jiwa pengunjung, asosiasi pemandu lokal, dan dinas pendapatan daerah). Sesuai SAK EP, seluruh pendapatan tiket diakui pada saat tiket terpakai atau terjual tanpa hak pengembalian, dan premi asuransi diakui sebagai kewajiban titipan bukan sebagai pendapatan BUMDes.
2. Struktur Bagan Akun Standar (COA Suffix .20)#
| Nomor Akun | Nama Akun (Bahasa Indonesia) | Klasifikasi Akun | Saldo Normal | Deskripsi Singkat |
|---|---|---|---|---|
| 1-101.20 | Kas Loket & Kasir Gerbang | Aset Lancar | Debit | Kas fisik uang tunai di laci loket tiket masuk. |
| 1-102.20 | Bank Operasional Unit Pariwisata | Aset Lancar | Debit | Rekening bank giro penerimaan settlement QRIS & transfer. |
| 1-103.20 | Piutang Reservasi Event B2B | Aset Lancar | Debit | Tagihan paket gathering rombongan korporat/sekolah. |
| 1-105.20 | Persediaan Gelang Kertas & Karcis | Aset Lancar | Debit | Stok fisik kertas thermal synthetic wristband belum terpakai. |
| 1-203.20 | Aset Tetap Wahana & Alat Outbound | Aset Tidak Lancar | Debit | Nilai perolehan motor ATV, instalasi flying fox, tenda dome. |
| 1-213.20 | Akumulasi Penyusutan Wahana | Kontra Aset | Kredit | Akumulasi depresiasi mesin ATV dan wahana outbound. |
| 2-101.20 | Pendapatan Diterima di Muka Event | Kewajiban Jangka Pendek | Kredit | Uang Muka (DP 50%) sewa aula/gathering belum terlaksana. |
| 2-201.20 | Utang Bagi Hasil Pemandu Wisata | Kewajiban Jangka Pendek | Kredit | Hak komisi 90% pemandu lokal menunggu pencairan mingguan. |
| 2-202.20 | Utang Titipan Premi Asuransi | Kewajiban Jangka Pendek | Kredit | Titipan premi Rp 1.000/orang hak asuransi Jasaraharja/Bumida. |
| 2-203.20 | Utang Pajak Hiburan Daerah (PBJT) | Kewajiban Jangka Pendek | Kredit | Pajak Barang & Jasa Tertentu (PBJT) Kesenian & Hiburan. |
| 4-101.20 | Pendapatan Tiket Masuk Kawasan | Pendapatan Usaha | Kredit | Pendapatan bersih tiket gerbang masuk pengunjung. |
| 4-102.20 | Pendapatan Wahana Khusus & Rekreasi | Pendapatan Usaha | Kredit | Pendapatan sewa wahana ATV, flying fox, dan kolam renang. |
| 4-103.20 | Pendapatan Sewa Fasilitas & Camping | Pendapatan Usaha | Kredit | Pendapatan sewa kavling camping ground, aula, dan tenda. |
| 4-104.20 | Pendapatan Komisi Pemandu (10%) | Pendapatan Usaha | Kredit | Bagian 10% administrasi atas jasa pemandu lokal. |
| 5-101.20 | Beban Pemeliharaan Wahana & Fasilitas | Beban Operasional | Debit | Biaya servis rutin ATV, pelumasan sling baja flying fox. |
| 5-102.20 | Beban Kebersihan & Perawatan Lanskap | Beban Operasional | Debit | Pupuk taman, pemotong rumput, kantong sampah kawasan. |
| 5-103.20 | Beban Perlengkapan Tiket Gelang | Beban Operasional | Debit | Pemakaian kertas gelang barcode dan ribbon printer kasir. |
| 5-201.20 | Beban Penyusutan Wahana & Outbound | Beban Depresiasi | Debit | Amortisasi bulanan nilai buku wahana wisata. |
| 1-620 | Rekening Koran BUMDes Holding | Akun Antar-Entitas | Simetris | Setoran laba bersih unit pariwisata ke kas induk desa. |
| 1-619 | Rekening Koran Unit Kuliner (Resto) | Akun Antar-Entitas | Simetris | Tagihan internal konsumsi katering rombongan outbound. |
3. Matriks 5 Skenario Penjurnalan Akuntansi Baku#
Skenario 1: Penjualan 100 Tiket Masuk Tunai di Loket Gerbang Utama
Kasus: Penjualan 100 lembar tiket @ Rp 10.000 (Total Rp 1.000.000). Rincian per tiket: Pendapatan BUMDes Rp 8.000, Titipan Premi Asuransi Rp 1.000, dan Titipan Pajak Hiburan Daerah (PBJT 10%) Rp 1.000.
[DEBIT] 1-101.20 Kas Loket & Kasir Gerbang Rp 1.000.000
[KREDIT] 4-101.20 Pendapatan Tiket Masuk Kawasan Rp 800.000
[KREDIT] 2-202.20 Utang Titipan Premi Asuransi Rp 100.000
[KREDIT] 2-203.20 Utang Pajak Hiburan Daerah (PBJT) Rp 100.000
(Keterangan: Penjualan 100 tiket masuk shift pagi tanggal 14 September 2026)
Skenario 2: Penjualan Tiket Wahana ATV via QRIS BUMDes
Kasus: Wisatawan menyewa 2 unit ATV (@ Rp 25.000 = Rp 50.000) dan membayar non-tunai via scan QRIS bank.
[DEBIT] 1-102.20 Bank Operasional Unit Pariwisata Rp 50.000
[KREDIT] 4-102.20 Pendapatan Wahana Khusus & Rekreasi Rp 50.000
(Keterangan: Pembayaran sewa wahana ATV transaksi QRIS settlement)
Skenario 3: Reservasi Paket Gathering Outbound Instansi B2B (DP 50% & Pelunasan)
Kasus: Rombongan kantor memesan paket gathering senilai Rp 10.000.000 (mencakup tiket, sewa aula, dan katering makan siang dari Unit 19 Resto BUMDes Rp 4.000.000). Rombongan membayar DP Rp 5.000.000 via transfer bank.
Saat Penerimaan DP:
[DEBIT] 1-102.20 Bank Operasional Unit Pariwisata Rp 5.000.000
[KREDIT] 2-101.20 Pendapatan Diterima di Muka Event Rp 5.000.000
(Keterangan: Penerimaan DP 50% paket gathering Dinas Pendidikan)
Saat Hari Pelaksanaan & Pelunasan Sisa 50% (Tunai Rp 5.000.000):
Langkah A - Pengakuan Kas Pelunasan:
[DEBIT] 1-101.20 Kas Loket & Kasir Gerbang Rp 5.000.000
[DEBIT] 2-101.20 Pendapatan Diterima di Muka Event Rp 5.000.000
[KREDIT] 4-103.20 Pendapatan Sewa Fasilitas & Camping Rp 6.000.000
[KREDIT] 1-619 Rekening Koran Unit Kuliner Resto Rp 4.000.000
(Keterangan: Pengakuan pendapatan sewa aula/fasilitas dan transfer katering ke Unit 19)
Skenario 4: Jasa Pemandu Wisata Lokal & Pembagian Komisi Mingguan
Kasus: Turis menyewa pemandu wisata lokal paket tracking air terjun senilai Rp 100.000 tunai. Sesuai aturan: 90% (Rp 90.000) hak pemandu, 10% (Rp 10.000) komisi administrasi BUMDes.
Saat Penerimaan di Loket:
[DEBIT] 1-101.20 Kas Loket & Kasir Gerbang Rp 100.000
[KREDIT] 2-201.20 Utang Bagi Hasil Pemandu Wisata Rp 90.000
[KREDIT] 4-104.20 Pendapatan Komisi Pemandu (10%) Rp 10.000
(Keterangan: Penerimaan jasa tour guide tracking grup A)
Saat Penyaluran Tunai Mingguan ke Pemandu:
[DEBIT] 2-201.20 Utang Bagi Hasil Pemandu Wisata Rp 90.000
[KREDIT] 1-101.20 Kas Loket & Kasir Gerbang Rp 90.000
(Keterangan: Pembayaran honor konsinyasi pemandu wisata Bp. Joko)
Skenario 5: Depresiasi Bulanan Aset Wahana Wisata (Garis Lurus)
Kasus: Wahana Flying Fox senilai Rp 60.000.000 memiliki masa manfaat 5 tahun (60 bulan) tanpa nilai sisa. Beban depresiasi per bulan = Rp 1.000.000.
[DEBIT] 5-201.20 Beban Penyusutan Wahana & Outbound Rp 1.000.000
[KREDIT] 1-213.20 Akumulasi Penyusutan Wahana Rp 1.000.000
(Keterangan: Pencatatan depresiasi bulanan wahana flying fox)