18

Roadmap Otomasi PLC & CPPOB

Updated: Sep 2026Oleh: SystemModul Pabrik Pakan Ternak Feedmill Mandiri

Roadmap Pengembangan Pabrik Pakan Ternak Feedmill (UNT-FEED)

1. Visi Strategis Kemandirian Pakan Desa#

Menjadi sentra produksi pakan ternak mandiri berbasis potensi lokal desa terbesar di tingkat regional yang mampu menyediakan pakan unggas dan ikan berkualitas tinggi dengan harga 20% lebih hemat dibanding merek komersial, mengoptimalkan bahan baku limbah organik sirkular (maggot BSF & dedak), serta meningkatkan profitabilitas peternak binaan BUMDes.


2. Peta Jalan Tiga Fase Pengembangan (2026 - 2029)#

[ FASE 1: 2026 ] [ FASE 2: 2027 ] [ FASE 3: 2028-2029 ]
Pabrik Semi-Mekanis 5 Ton/Hari -> Otomatisasi PLC & SNI CPPOB ------> Ekstruder Ikan & Ekspor Regional
- Hammer mill 15 HP & mixer - Silo batching pneumatik otomatis - Mesin Twin-Screw Extruder 500kg/h
- Pelet flat-die 500 kg/jam - Otomatisasi PLC SCADA touch panel - Pakan pelet apung nila kualitas super
- Substitusi tepung maggot BSF 12% - Akreditasi CPPOB & SNI Kementan - Pasokan pakan komersial 3 kabupaten

Fase 1: Standarisasi Pabrik Semi-Mekanis & Sirkular Maggot (Tahun 2026)

Fokus Utama: Membangun fasilitas produksi dasar kapasitas 5 ton per hari, menyempurnakan formulasi substitusi maggot BSF, dan memenuhi 100% kebutuhan internal Unit 01 (Ayam) dan Unit 16 (Ikan Nila).

  1. Instalasi Mesin Manufaktur Inti:
  • Pemasangan hammer mill 15 HP, ribbon mixer horizontal 500 kg, mesin pencetak pelet flat-die, dan counterflow cooler.
  • Pembangunan lantai jemur dan mini flash dryer untuk mengendalikan kadar air jagung dari petani.
  1. Penyusunan Formulasi Pakan Presisi (Least-Cost Formulation):
  • Kalibrasi formula pakan ayam layer dan broiler memanfaatkan tepung maggot BSF kering dari Unit 21 (TPS3R) untuk menekan HPP pakan.
  • Uji coba pertumbuhan pakan mandiri pada 2.000 ekor ayam petelur Unit 01 dengan target FCR stabil <= 2,15.
  1. Integrasi Akuntansi Biaya Manufaktur ERP:
  • Penerapan modul Bill of Materials (BOM) otomatis yang langsung memotong stok bahan baku dan mencatat HPP per batch produksi.

Fase 2: Otomatisasi Silo PLC & Sertifikasi CPPOB Kementan (Tahun 2027)

Fokus Utama: Meningkatkan skala kapasitas menjadi 15 ton per hari, mengurangi tenaga kerja fisik manual, dan memperoleh sertifikasi standar pemerintah.

  1. Otomatisasi Penimbangan Batching PLC:
  • Pembangunan 4 unit silo penyimpanan bahan baku tegak (kapasitas masing-masing 30 ton) yang dilengkapi katup dosing otomatis dan load cell digital.
  • Operator cukup memilih menu resep pakan pada layar sentuh (HMI PLC); sistem otomatis menimbang dan mengalirkan bahan ke mixer via screw conveyor.
  1. Sertifikasi Cara Pembuatan Pakan yang Baik (CPPOB):
  • Audit higienitas fasilitas dari Dinas Peternakan dan Kementerian Pertanian.
  • Penerbitan Sertifikat Pendaftaran Pakan Resmi dan pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI 01-3929-2006).
  1. Penyediaan Layanan Maklon / Custom Feed:
  • Melayani pesanan pakan formula khusus dari peternak komersial mandiri di desa sekitar.

Fase 3: Mesin Ekstruder Pelet Apung Ikan & Ekspansi Regional (Tahun 2028 - 2029)

Fokus Utama: Menguasai pasar pakan perikanan air tawar melalui teknologi pakan apung (floating fish feed) dan ekspansi pasar lintas daerah.

  1. Instalasi Mesin Twin-Screw Extruder:
  • Pemasangan lini produksi pakan ikan apung teknologi ekstrusi dengan daya cerna tinggi (high digestibility) dan daya apung air minimal 6 jam.
  1. Pemasaran Komersial Antar-Kabupaten:
  • Pembentukan jaringan distributor pakan mandiri BUMDes di 3 kabupaten tetangga melalui kerjasama antar-BUMDes (BUMDes Bersama).
  • Target omzet produksi mencapai 300 ton pakan per bulan dengan laba bersih tahunan mencapai lebih dari Rp 450.000.000.

Apakah panduan ini membantu Anda?