18

Standar Akuntansi SAK EP .17

Updated: Sep 2026Oleh: SystemModul Toko Sembako & POS Ritel Desa

Standar Akuntansi Unit Toko Sembako & POS Ritel Desa (UNT-RETAIL)

1. Landasan Standar Akuntansi SAK EP#

Unit Toko Sembako dan POS Ritel Desa menyelenggarakan pembukuan berpedoman pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) Bab 13 (Persediaan) dan Bab 23 (Pendapatan). Seluruh pencatatan transaksi operasional ritel wajib menggunakan nomor Suffix Akun Terisolasi .17.

1.1 Prinsip Akuntansi Ritel & Multi-Payment

  1. Sistem Persediaan Perpetual: Setiap kali barang dipindai (scan) di meja kasir dan struk dicetak, persediaan langsung dikreditkan dan HPP langsung diakui secara otomatis.
  2. Multi-Payment Settlement: Sistem kasir mendukung pembayaran tunai (cash), QRIS dinamis/statis, EDC bank, dan pemotongan saldo simpanan warga (Unit 05/10), dengan pemisahan rekening kas yang jelas.
  3. Pencatatan Deposit PPOB: Saldo deposit yang disetorkan ke agregator tagihan digital (PLN/Pulsa) diakui sebagai aset lancar uang muka deposit, bukan beban langsung.
  4. Toleransi Selisih Kas Kasir: Selisih kas fisik vs catatan sistem diperlakukan sesuai batas kewajaran operasional (maksimal Rp 5.000 per shift kasir).

2. Bagan Akun Standar (COA) Suffix .17#

Kode AkunNama Akun AkuntansiPosisi NormalFungsi & Deskripsi
1-101.17Kas Laci Kasir POS RitelDebitUang tunai fisik di laci mesin kasir toko.
1-102.17Rekening Bank Settlement QRIS/EDCDebitRekening bank penampung dana nontunai QRIS.
1-103.17Kas Kecil Imprest TokoDebitKas kecil untuk uang modal kembalian awal kasir.
1-120.17Piutang Mitra Warung DusunDebitPiutang penjualan tempo 3 hari kepada mitra warung.
1-140.17Persediaan Barang Dagangan RitelDebitTotal nilai persediaan barang dagangan di rak & gudang toko.
1-160.17Uang Muka Deposit Saldo PPOBDebitSaldo deposit pada agregator penyedia token & pulsa.
1-617Rekening Koran (RK) Unit Toko RitelTimbal BalikAkun penyeimbang transaksi intra-BUMDes holding.
2-101.17Hutang Usaha Pemasok EksternalKreditTagihan tempo dari distributor makanan kemasan.
4-100.17Pendapatan Penjualan Ritel TokoKreditOmzet penjualan barang dagangan eceran & grosir warung.
4-200.17Pendapatan Jasa Layanan PPOBKreditMargin fee admin loket pembayaran tagihan warga.
5-100.17Beban Pokok Penjualan (HPP) RitelDebitHarga pokok barang dagangan yang terjual.
5-201.17Beban Kantong Belanja & PlastikDebitBiaya kantong ramah lingkungan & kertas struk thermal.
5-202.17Beban MDR & Biaya Transaksi QRISDebitPotongan MDR perbankan atas transaksi nontunai (0,3%).
5-204.17Beban Kerusakan & Kedaluwarsa BarangDebitKerugian akibat makanan kedaluwarsa atau kemasan rusak.
5-205.17Beban Selisih Kas Kasir (Shortage)DebitBeban kekurangan uang kas fisik saat tutup shift.

3. Skenario Penjurnalan Transaksi Otomatis#

Skenario 1: Penerimaan Drop Pasokan Sembako dari Unit 04 (Trading House)

Toko Ritel menerima kiriman pasokan sembako grosir dari Unit 04 berupa minyak goreng dan gula pasir senilai Rp 8.400.000. Transaksi diselesaikan melalui Rekening Koran internal timbal balik:

[DEBIT] 1-140.17 Persediaan Barang Dagangan Ritel Rp 8.400.000
[KREDIT] 1-617 Rekening Koran (RK) Unit Toko Ritel Rp 8.400.000

(Keterangan: Unit 04 mencatat jurnal debit simetris pada akun RK 1-604)


Skenario 2: Penjualan Ritel Kasir Harian Campuran (Tunai & QRIS)

Pada akhir shift 1, total penjualan barang dagangan eceran tercatat Rp 6.500.000, dengan rincian penerimaan:

  • Uang Tunai di laci: Rp 4.500.000
  • Pembayaran QRIS BPD: Rp 2.000.000 (Potongan fee MDR 0,3% = Rp 6.000, netto terima bank = Rp 1.994.000). Nilai HPP barang dagangan yang terjual berdasarkan sistem Moving Average tercatat Rp 5.525.000.

Pencatatan Penerimaan Kas & Penjualan:

[DEBIT] 1-101.17 Kas Laci Kasir POS Ritel Rp 4.500.000
[DEBIT] 1-102.17 Rekening Bank Settlement QRIS/EDC Rp 1.994.000
[DEBIT] 5-202.17 Beban MDR & Biaya Transaksi QRIS Rp 6.000
[KREDIT] 4-100.17 Pendapatan Penjualan Ritel Toko Rp 6.500.000

Pencatatan Beban Pokok Penjualan (HPP):

[DEBIT] 5-100.17 Beban Pokok Penjualan (HPP) Ritel Rp 5.525.000
[KREDIT] 1-140.17 Persediaan Barang Dagangan Ritel Rp 5.525.000

Skenario 3: Penjualan Grosir ke Mitra Warung Dusun (Tempo 3 Hari)

Toko Ritel mendrop sembako ke Toko Bu Siti (Mitra Warung Dusun II) senilai Rp 1.800.000 dengan tempo pelunasan 3 hari. Nilai HPP barang adalah Rp 1.620.000.

Pencatatan Piutang & Penjualan Mitra Warung:

[DEBIT] 1-120.17 Piutang Mitra Warung Dusun Rp 1.800.000
[KREDIT] 4-100.17 Pendapatan Penjualan Ritel Toko Rp 1.800.000

[DEBIT] 5-100.17 Beban Pokok Penjualan (HPP) Ritel Rp 1.620.000
[KREDIT] 1-140.17 Persediaan Barang Dagangan Ritel Rp 1.620.000

Skenario 4: Transaksi Loket PPOB Pembelian Token Listrik PLN

Warga membeli token listrik PLN nominal Rp 100.000. Kasir menerima uang tunai Rp 102.500 (termasuk biaya admin loket Rp 2.500). Saldo deposit BUMDes pada server biller terpotong sebesar Rp 100.700. Margin keuntungan bersih fee BUMDes adalah Rp 1.800.

[DEBIT] 1-101.17 Kas Laci Kasir POS Ritel Rp 102.500
[KREDIT] 1-160.17 Uang Muka Deposit Saldo PPOB Rp 100.700
[KREDIT] 4-200.17 Pendapatan Jasa Layanan PPOB Rp 1.800

Skenario 5: Penutupan Shift Kasir & Penyesuaian Selisih Kas (Cash Shortage)

Pada saat serah terima kasir shift 2, penghitungan fisik uang tunai di laci tercatat Rp 4.497.000, sedangkan catatan penerimaan sistem menunjukkan saldo kas seharusnya Rp 4.500.000 (terdapat kekurangan kas Rp 3.000 akibat selisih uang receh kembalian):

[DEBIT] 5-205.17 Beban Selisih Kas Kasir (Shortage) Rp 3.000
[KREDIT] 1-101.17 Kas Laci Kasir POS Ritel Rp 3.000

(Keterangan: Selisih Rp 3.000 berada di bawah batas toleransi maksimal Rp 5.000/shift sehingga dapat dibukukan sebagai beban operasional)

Apakah panduan ini membantu Anda?