Panduan Akuntansi & COA Unit Kuliner (SAK EP)
Panduan Akuntansi: Unit Kuliner & Pujasera Terpadu (SAK EP)
Dokumen ini menetapkan standar pencatatan akuntansi, pemetaan Chart of Accounts (COA), dan matriks penjurnalan otomatis (auto-journaling) untuk Unit Kuliner & Katering BUMDes (UNT-KULINER) yang mengoperasikan Resto Mandiri (F&B) dan Pujasera Mitra Lapak Warga sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) dan Aturan Baku Zero-Overlap COA.
Rujukan operasional lengkap diatur dalam SOP Operasional Unit Kuliner & Pujasera.
1. Pemetaan Akun (COA) Standar Baku Zero-Overlap SAK EP#
Seluruh akun Unit Kuliner wajib menggunakan suffix unit resmi .19 guna mencegah tumpang tindih akun (zero overlap) dengan unit bisnis BUMDes lainnya:
| Kode Akun COA | Nama Akun Buku Besar SAK EP | Golongan Akun | Saldo Normal | Fungsi & Batasan Akun |
|---|---|---|---|---|
1-101.19 | Kas Fisik Kasir Kuliner | ASET | DEBIT | Uang tunai di laci kasir POS restoran & pujasera |
1-101.19.01 | Kas Kecil Imprest Dapur | ASET | DEBIT | Dana tetap belanja bumbu basah pasar (plafon Rp 2.000.000) |
1-102.19 | Bank Operasional Unit Kuliner | ASET | DEBIT | Rekening bank giro penerimaan QRIS & pembayaran non-tunai |
1-105.19 | Persediaan Bahan Baku Dapur | ASET | DEBIT | Nilai fisik daging, ikan nila, beras, telur di chiller/dapur |
1-201.19 | Peralatan Dapur & Resto | ASET TETAP | DEBIT | Mesin kopi espresso, kompor kwali range, freezer, chiller |
1-209.19 | Akumulasi Penyusutan Alat Dapur | KONTRA ASET | KREDIT | Akumulasi penyusutan aset peralatan dapur bulanan |
1-618 | RK Unit Kuliner (di Holding) | REKENING KORAN | DEBIT | Hak tagih holding atas penyertaan modal/bahan ke kuliner |
2-610 | RK Pusat Holding (di Kuliner) | REKENING KORAN | KREDIT | Kewajiban timbal balik unit kuliner kepada holding |
2-201.19 | Hutang Titipan Bagi Hasil Lapak | LIABILITAS | KREDIT | Titipan hak omzet pedagang mitra pujasera (kasir satu pintu) |
4-101.19 | Pendapatan Penjualan Resto F&B | PENDAPATAN | KREDIT | Omzet penjualan makanan & minuman BUMDes Resto |
4-201.19 | Pendapatan Sewa & Bagi Hasil | PENDAPATAN | KREDIT | Fee jasa 10-15% bagi hasil pujasera & sewa lapak flat |
5-101.19 | Beban Pokok Penjualan (HPP) | BEBAN POKOK | DEBIT | Biaya perolehan bahan mentah makanan yang terjual |
5-201.19 | Beban Gaji Koki & Pramusaji | BEBAN OPS | DEBIT | Gaji bulanan staf tetap unit kuliner |
5-202.19 | Beban Operasional Gas, Listrik & Air | BEBAN OPS | DEBIT | Pembelian gas LPG dapur, token listrik, air pamsimas |
5-209.19 | Beban Penyusutan Alat Dapur | BEBAN OPS | DEBIT | Beban depresiasi bulanan mesin dan peralatan dapur |
9-999 | Akun Eliminasi Konsolidasi | ELIMINASI | BALANCED | Menghapus saldo reciprocal RK saat tutup buku holding |
2. Matriks Penjurnalan Transaksi (Auto-Journaling Engine)#
Skenario 1: Penerimaan Bahan Baku Agrikultur dari Unit Hulu BUMDes (At-Cost)
Unit Kuliner menerima pasokan 50 kg ikan nila segar dari KTPG-NLA senilai HPP Rp 1.150.000 dan 50 kg beras poles dari GDG-RMU senilai HPP Rp 550.000 via Surat Jalan TRF-WH:
- [DEBIT]
1-105.19 Persediaan Bahan Baku Dapur: Rp 1.700.000 - [KREDIT]
2-610 RK Pusat Holding / SubHolding Ketapang: Rp 1.700.000 (Bahan baku bertambah di gudang dapur, hak tagih timbal balik dicatat via RK tanpa uang tunai)
Skenario 2: Belanja Bumbu Pasar Harian via Kas Kecil Imprest
Pengeluaran tunai belanja cabai, bawang, dan minyak goreng sebesar Rp 1.200.000 menggunakan kas kecil dapur:
- Saat belanja: Koki menukar nota BPKK dengan uang fisik di kotak kas kecil (tidak ada jurnal buku besar, saldo kas kecil tetap Rp 2.000.000 gabungan kas + nota).
- Saat Pengisian Kembali (Replenishment Disetujui):
- [DEBIT]
1-105.19 Persediaan Bahan Baku Dapur (Bumbu Basah): Rp 1.200.000 - [KREDIT]
1-102.19 Bank Operasional Unit Kuliner: Rp 1.200.000 (Uang kas kecil kembali utuh Rp 2.000.000 dalam bentuk fisik uang tunai)
Skenario 3: Penjualan Hidangan di BUMDes Resto (Checkout POS Meja Makan)
Tamu memesan hidangan F&B mandiri senilai Rp 2.000.000 (Tunai Rp 800.000, QRIS Rp 1.200.000), dengan total HPP bahan baku yang terpotong otomatis dari resep BOM senilai Rp 950.000:
- Jurnal Kasir Penerimaan Penjualan:
- [DEBIT]
1-101.19 Kas Fisik Kasir Kuliner: Rp 800.000 - [DEBIT]
1-102.19 Bank Operasional Unit Kuliner (QRIS): Rp 1.200.000 - [KREDIT]
4-101.19 Pendapatan Penjualan Resto F&B: Rp 2.000.000 - Jurnal Otomatis Pemotongan Persediaan (HPP Makanan):
- [DEBIT]
5-101.19 Beban Pokok Penjualan (HPP): Rp 950.000 - [KREDIT]
1-105.19 Persediaan Bahan Baku Dapur: Rp 950.000
Skenario 4: Penerimaan Kasir Satu Pintu Pujasera Lapak Mitra Warga
Pengunjung membeli makanan di lapak Bu RT senilai Rp 500.000 melalui Kasir Terpusat BUMDes (Skema Bagi Hasil: 15% hak BUMDes, 85% hak Bu RT):
- [DEBIT]
1-101.19 Kas Fisik Kasir Kuliner: Rp 500.000 - [KREDIT]
2-201.19 Hutang Titipan Bagi Hasil Mitra: Rp 425.000 (Hak Bu RT) - [KREDIT]
4-201.19 Pendapatan Sewa & Bagi Hasil Pujasera: Rp 75.000 (Hak BUMDes)
Skenario 5: Penyaluran Bagi Hasil Bulanan ke Rekening Mitra Lapak
Pada awal bulan, BUMDes mentransfer hak bagi hasil Bu RT sebesar Rp 425.000:
- [DEBIT]
2-201.19 Hutang Titipan Bagi Hasil Mitra: Rp 425.000 - [KREDIT]
1-102.19 Bank Operasional Unit Kuliner: Rp 425.000 (Kewajiban titipan lunas nihil Rp 0)
3. Kebijakan Eliminasi Konsolidasi Holding#
Pada saat tutup buku bulanan holding:
- Akun
1-618 RK Unit Kulinerdi buku pusat dan akun2-610 RK Pusatdi buku unit kuliner saling dieliminasi 100% melalui akun9-999sehingga saldo neto konsolidasi menjadi Rp 0. - Karena transfer bahan baku dilakukan secara At-Cost, tidak terdapat laba semu (unrealized profit) pada sisa persediaan makanan di kulkas dapur resto BUMDes.
Terakhir Diperbarui: 13 September 2026 — Divisi Akuntansi & Tim Pengembang ERP BUMDes