18

Panduan Akuntansi & COA Unit Kuliner (SAK EP)

Updated: Sep 2026Oleh: SystemModul Unit Kuliner & Pujasera

Panduan Akuntansi: Unit Kuliner & Pujasera Terpadu (SAK EP)

Dokumen ini menetapkan standar pencatatan akuntansi, pemetaan Chart of Accounts (COA), dan matriks penjurnalan otomatis (auto-journaling) untuk Unit Kuliner & Katering BUMDes (UNT-KULINER) yang mengoperasikan Resto Mandiri (F&B) dan Pujasera Mitra Lapak Warga sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) dan Aturan Baku Zero-Overlap COA.

Rujukan operasional lengkap diatur dalam SOP Operasional Unit Kuliner & Pujasera.


1. Pemetaan Akun (COA) Standar Baku Zero-Overlap SAK EP#

Seluruh akun Unit Kuliner wajib menggunakan suffix unit resmi .19 guna mencegah tumpang tindih akun (zero overlap) dengan unit bisnis BUMDes lainnya:

Kode Akun COANama Akun Buku Besar SAK EPGolongan AkunSaldo NormalFungsi & Batasan Akun
1-101.19Kas Fisik Kasir KulinerASETDEBITUang tunai di laci kasir POS restoran & pujasera
1-101.19.01Kas Kecil Imprest DapurASETDEBITDana tetap belanja bumbu basah pasar (plafon Rp 2.000.000)
1-102.19Bank Operasional Unit KulinerASETDEBITRekening bank giro penerimaan QRIS & pembayaran non-tunai
1-105.19Persediaan Bahan Baku DapurASETDEBITNilai fisik daging, ikan nila, beras, telur di chiller/dapur
1-201.19Peralatan Dapur & RestoASET TETAPDEBITMesin kopi espresso, kompor kwali range, freezer, chiller
1-209.19Akumulasi Penyusutan Alat DapurKONTRA ASETKREDITAkumulasi penyusutan aset peralatan dapur bulanan
1-618RK Unit Kuliner (di Holding)REKENING KORANDEBITHak tagih holding atas penyertaan modal/bahan ke kuliner
2-610RK Pusat Holding (di Kuliner)REKENING KORANKREDITKewajiban timbal balik unit kuliner kepada holding
2-201.19Hutang Titipan Bagi Hasil LapakLIABILITASKREDITTitipan hak omzet pedagang mitra pujasera (kasir satu pintu)
4-101.19Pendapatan Penjualan Resto F&BPENDAPATANKREDITOmzet penjualan makanan & minuman BUMDes Resto
4-201.19Pendapatan Sewa & Bagi HasilPENDAPATANKREDITFee jasa 10-15% bagi hasil pujasera & sewa lapak flat
5-101.19Beban Pokok Penjualan (HPP)BEBAN POKOKDEBITBiaya perolehan bahan mentah makanan yang terjual
5-201.19Beban Gaji Koki & PramusajiBEBAN OPSDEBITGaji bulanan staf tetap unit kuliner
5-202.19Beban Operasional Gas, Listrik & AirBEBAN OPSDEBITPembelian gas LPG dapur, token listrik, air pamsimas
5-209.19Beban Penyusutan Alat DapurBEBAN OPSDEBITBeban depresiasi bulanan mesin dan peralatan dapur
9-999Akun Eliminasi KonsolidasiELIMINASIBALANCEDMenghapus saldo reciprocal RK saat tutup buku holding

2. Matriks Penjurnalan Transaksi (Auto-Journaling Engine)#

Skenario 1: Penerimaan Bahan Baku Agrikultur dari Unit Hulu BUMDes (At-Cost)

Unit Kuliner menerima pasokan 50 kg ikan nila segar dari KTPG-NLA senilai HPP Rp 1.150.000 dan 50 kg beras poles dari GDG-RMU senilai HPP Rp 550.000 via Surat Jalan TRF-WH:

  • [DEBIT] 1-105.19 Persediaan Bahan Baku Dapur : Rp 1.700.000
  • [KREDIT] 2-610 RK Pusat Holding / SubHolding Ketapang : Rp 1.700.000 (Bahan baku bertambah di gudang dapur, hak tagih timbal balik dicatat via RK tanpa uang tunai)

Skenario 2: Belanja Bumbu Pasar Harian via Kas Kecil Imprest

Pengeluaran tunai belanja cabai, bawang, dan minyak goreng sebesar Rp 1.200.000 menggunakan kas kecil dapur:

  1. Saat belanja: Koki menukar nota BPKK dengan uang fisik di kotak kas kecil (tidak ada jurnal buku besar, saldo kas kecil tetap Rp 2.000.000 gabungan kas + nota).
  2. Saat Pengisian Kembali (Replenishment Disetujui):
  • [DEBIT] 1-105.19 Persediaan Bahan Baku Dapur (Bumbu Basah) : Rp 1.200.000
  • [KREDIT] 1-102.19 Bank Operasional Unit Kuliner : Rp 1.200.000 (Uang kas kecil kembali utuh Rp 2.000.000 dalam bentuk fisik uang tunai)

Skenario 3: Penjualan Hidangan di BUMDes Resto (Checkout POS Meja Makan)

Tamu memesan hidangan F&B mandiri senilai Rp 2.000.000 (Tunai Rp 800.000, QRIS Rp 1.200.000), dengan total HPP bahan baku yang terpotong otomatis dari resep BOM senilai Rp 950.000:

  • Jurnal Kasir Penerimaan Penjualan:
  • [DEBIT] 1-101.19 Kas Fisik Kasir Kuliner : Rp 800.000
  • [DEBIT] 1-102.19 Bank Operasional Unit Kuliner (QRIS) : Rp 1.200.000
  • [KREDIT] 4-101.19 Pendapatan Penjualan Resto F&B : Rp 2.000.000
  • Jurnal Otomatis Pemotongan Persediaan (HPP Makanan):
  • [DEBIT] 5-101.19 Beban Pokok Penjualan (HPP) : Rp 950.000
  • [KREDIT] 1-105.19 Persediaan Bahan Baku Dapur : Rp 950.000

Skenario 4: Penerimaan Kasir Satu Pintu Pujasera Lapak Mitra Warga

Pengunjung membeli makanan di lapak Bu RT senilai Rp 500.000 melalui Kasir Terpusat BUMDes (Skema Bagi Hasil: 15% hak BUMDes, 85% hak Bu RT):

  • [DEBIT] 1-101.19 Kas Fisik Kasir Kuliner : Rp 500.000
  • [KREDIT] 2-201.19 Hutang Titipan Bagi Hasil Mitra : Rp 425.000 (Hak Bu RT)
  • [KREDIT] 4-201.19 Pendapatan Sewa & Bagi Hasil Pujasera : Rp 75.000 (Hak BUMDes)

Skenario 5: Penyaluran Bagi Hasil Bulanan ke Rekening Mitra Lapak

Pada awal bulan, BUMDes mentransfer hak bagi hasil Bu RT sebesar Rp 425.000:

  • [DEBIT] 2-201.19 Hutang Titipan Bagi Hasil Mitra : Rp 425.000
  • [KREDIT] 1-102.19 Bank Operasional Unit Kuliner : Rp 425.000 (Kewajiban titipan lunas nihil Rp 0)

3. Kebijakan Eliminasi Konsolidasi Holding#

Pada saat tutup buku bulanan holding:

  1. Akun 1-618 RK Unit Kuliner di buku pusat dan akun 2-610 RK Pusat di buku unit kuliner saling dieliminasi 100% melalui akun 9-999 sehingga saldo neto konsolidasi menjadi Rp 0.
  2. Karena transfer bahan baku dilakukan secara At-Cost, tidak terdapat laba semu (unrealized profit) pada sisa persediaan makanan di kulkas dapur resto BUMDes.

Terakhir Diperbarui: 13 September 2026 — Divisi Akuntansi & Tim Pengembang ERP BUMDes

Apakah panduan ini membantu Anda?