Master SOP Produksi & Distribusi Pakan Dual-Track
SOP Produksi & Distribusi Pakan Ternak Mandiri Dual-Track
Nomor Dokumen: SOP/BUMDES/FDM/001-REV2026
Tanggal Berlaku: 15 September 2026 | Versi: 2.0
Unit Usaha: Pabrik Pakan Ternak Mandiri (Komersial PTR-PAKAN & Ketahanan Pangan KTPG-PAKAN)
1. Tujuan & Ruang Lingkup#
1.1 Tujuan
- Menjamin kedaulatan dan ketersediaan pakan berkualitas tinggi secara berkesinambungan bagi seluruh ekosistem peternakan BUMDes Bolulango (Ayam Petelur, Sapi Potong, dan Ikan Nila).
- Membakukan prosedur pengolahan pakan ternak, mulai dari inspeksi bahan baku hulu, peracikan Bill of Materials (BOM), penggilingan (hammer mill), pencampuran (mixer), hingga pengemasan pakan jadi.
- Menegakkan prinsip akuntansi Anti-Commingling Funds dan SAK EP Bab 9, memisahkan secara ketat biaya produksi pakan komersial BUMDes dengan buffer pakan program 20% Dana Desa.
- Mengendalikan susut giling (manufacturing shrinkage) pada batas aman maksimal 2.5% dan memastikan Harga Pokok Produksi (HPP) pakan mandiri lebih hemat 20-30% dibanding pakan pabrikan komersial.
- Mengatur mekanisme distribusi pakan tertutup melalui sistem Internal Material Request (IMR) dengan harga transfer berbasis HPP tanpa distorsi margin fiktif antar unit internal.
1.2 Ruang Lingkup
Prosedur ini mengikat seluruh personil operasional pabrik pakan dan berlaku untuk:
- Pengadaan & Quality Control (QC) bahan baku dari unit hulu (jagung pipil kering dari
KTPG-JGNG, dedak padi super dariKTPG-PADI) dan vendor eksternal (SBM, tepung ikan, premix). - Manajemen penyimpanan gudang bahan baku (
1-104) dan gudang pakan jadi (1-105). - Proses batching, penimbangan, penggilingan, dan mixing resep terstandarisasi (
MIX-18-LAYER,MIX-18-RUMINANSIA,PELLET-NILA-32). - Pengujian homogenitas dan retensi sampel mutu pakan setiap batch.
- Penerbitan surat jalan Delivery Order (DO), pengiriman armada logistik, dan konfirmasi penerimaan fisik pakan di unit peternakan.
2. Dasar Hukum & Landasan Kebijakan#
- Permendesa PDTT No. 13 Tahun 2023 tentang Petunjuk Operasional Penggunaan Dana Desa (Minimal 20% untuk Ketahanan Pangan & Hewani).
- Peraturan Menteri Pertanian No. 22/Permentan/PK.110/6/2017 tentang Pendaftaran dan Peredaran Pakan Ternak.
- Standar Nasional Indonesia (SNI) 01-3929-2006 tentang Pakan Ayam Ras Petelur (Layer).
- Standar Nasional Indonesia (SNI) 7475:2009 tentang Konsentrat Sapi Potong.
- Standar Akuntansi Keuangan Entitas Privat (SAK EP) Bab 9 tentang Laporan Keuangan Konsolidasian & Eliminasi Antar Entitas.
- Peraturan Desa Bolulango No. 04 Tahun 2024 tentang Tata Kelola Unit Produksi Pakan BUMDes Mandiri Sejahtera.
3. Pihak Terlibat & Matriks Tanggung Jawab (RACI)#
┌──────────────────────────────────────┬──────┬──────┬──────┬──────┬──────┐
│ Tahapan Operasional │ DIR │ MGR │ QC │ OP │ LOG │
├──────────────────────────────────────┼──────┼──────┼──────┼──────┼──────┤
│ 1. Pengadaan Bahan Baku & GRN │ A │ R │ C │ I │ C │
│ 2. Inspeksi Kadar Air & QC Masuk │ I │ A │ R │ I │ I │
│ 3. Formulasi Resep (BOM) di ERP │ A │ R │ C │ I │ I │
│ 4. Penimbangan & Batch Mixing │ I │ A │ C │ R │ I │
│ 5. Pengawasan Susut Giling (Yield) │ I │ A │ R │ R │ I │
│ 6. Pencatatan Jurnal HPP Otomatis │ A │ R │ I │ I │ I │
│ 7. Verifikasi IMR Unit Ternak │ I │ A │ I │ I │ R │
│ 8. Penerbitan DO & Pengiriman Pakan │ I │ A │ I │ I │ R │
└──────────────────────────────────────┴──────┴──────┴──────┴──────┴──────┘
Keterangan: R = Responsible, A = Accountable, C = Consulted, I = Informed
DIR = Direktur BUMDes, MGR = Manajer Pabrik Pakan, QC = Petugas Mutu/Formulator,
OP = Operator Mesin Mixer/Hammer Mill, LOG = Petugas Gudang & Sopir Logistik
4. Spesifikasi Nutrisi & Standar Mutu Formula#
Pabrik Pakan Ternak BUMDes memproduksi 3 varian pakan komprehensif:
┌────────────────────────┬─────────────────────┬─────────────────────┬─────────────────────┐
│ Parameter Kualitas │ MIX-18-LAYER │ MIX-18-RUMINANSIA │ PELLET-NILA-32 │
├────────────────────────┼─────────────────────┼─────────────────────┼─────────────────────┤
│ Sasaran Ternak │ Ayam Petelur Fase HD│ Penggemukan Sapi │ Ikan Nila Pembesaran│
│ Bentuk Fisik │ Mash (Remah Halus) │ Konsentrat Butiran │ Pelet Apung (2-3 mm)│
│ Kadar Air (Moisture) │ Maksimal 13.0% │ Maksimal 13.5% │ Maksimal 11.5% │
│ Protein Kasar (CP) │ Minimal 18.0% │ Minimal 14.0% │ Minimal 32.0% │
│ Serat Kasar (CF) │ Maksimal 7.0% │ Maksimal 12.0% │ Maksimal 6.0% │
│ Lemak Kasar (Fat) │ Minimal 3.5% │ Minimal 2.5% │ Minimal 5.0% │
│ Kalsium (Ca) │ 3.50% - 4.20% │ 0.80% - 1.20% │ 1.50% - 2.50% │
│ Fosfor Tersedia (aP) │ 0.40% - 0.55% │ Minimal 0.35% │ Minimal 0.80% │
│ Energi Metabolis (EM) │ 2.750 - 2.850 kkal │ TDN Minimal 70.0% │ 3.000 kkal DE │
└────────────────────────┴─────────────────────┴─────────────────────┴─────────────────────┘
5. Prosedur Operasional Standar Langkah Demi Langkah#
5.1 Tahap 1: Penerimaan & QC Bahan Baku Masuk
- Bahan baku mentah yang tiba di gudang pabrik diperiksa dokumen PO/BAST pengirimannya.
- Petugas QC mengambil sampel acak menggunakan alat pengambil sampel (grain probe) dari 5 titik karung berbeda.
- Lakukan uji fisik:
- Kadar Air: Gunakan Moisture Meter digital. Jagung pipil wajib memiliki kadar air di bawah 14.0%. Bila > 14.0%, bahan baku wajib ditolak atau dimasukkan ke fasilitas lantai jemur/dryer terlebih dahulu.
- Kondisi Visual: Bebas dari jamur Aspergillus flavus (aflatoksin), bebas kutu gudang, dan tidak berbau apek/tengik.
- Timbang berat bruto, cetak Bukti Penerimaan Barang (GRN), dan simpan di Gudang Bahan Baku (
1-104) di atas palet kayu berjarak 15 cm dari dinding dan 20 cm dari lantai.
5.2 Tahap 2: Formulasi Resep & Pengambilan Bahan (Batching)
- Formulator membuka modul ERP
/dashboard/peternakan/produksi-pakanpada tab Katalog Resep (BOM). - Pastikan resep yang aktif telah diverifikasi kandungan nutrisinya (misalnya
MIX-18-LAYER). - Operator menimbang bahan baku sesuai proporsi resep per batch 500 kg atau 1.000 kg:
- Jagung Pipil Giling: 52% (520 kg per ton)
- Dedak Padi Halus Super: 15% (150 kg per ton)
- Soybean Meal (SBM): 23% (230 kg per ton)
- Tepung Ikan Super: 8% (80 kg per ton)
- Mineral & Premix Vitamin: 2% (20 kg per ton)
- Toleransi kesalahan timbangan bahan mikro (premix/mineral) maksimal 10 gram.
5.3 Tahap 3: Penggilingan (Hammer Mill) & Pencampuran (Horizontal Mixer)
- Bahan baku berbutir kasar (jagung pipil dan bungkil kedelai) dialirkan ke mesin hammer mill dengan ukuran saringan (screen) 3.0 mm untuk pakan unggas atau 4.5 mm untuk pakan sapi.
- Masukkan bahan makro hasil gilingan ke dalam horizontal ribbon mixer.
- Masukkan premix dan mikro mineral melalui lubang injeksi manual saat mixer telah berputar selama 2 menit.
- Lakukan pencampuran selama 8 hingga 12 menit guna menjamin homogenitas pakan (Coefficient of Variation / CV < 5%).
- Buka pintu pengeluaran mixer dan tampung pakan jadi ke silo transit atau langsung ke corong pengantongan.
5.4 Tahap 4: Pengemasan, Labelling & Pengendalian Susut Giling
- Pakan jadi dikemas ke dalam karung anyaman PP berinner plastik dengan berat bersih 50.0 kg per karung.
- Jahit mulut karung menggunakan mesin jahit karung elektrik portabel.
- Pasang label produksi yang memuat:
- Nama Varian Pakan (e.g.
MIX-18-LAYER) - Tanggal Produksi & Nomor Batch
- Masa Kedaluwarsa (maksimal 60 hari sejak tanggal produksi di kondisi gudang kering)
- Kode Jalur: Komersial (
PTR-PAKAN) atau Ketahanan Pangan (KTPG-PAKAN)
- Timbang total berat pakan jadi yang dihasilkan dari batch tersebut.
- Hitung persentase susut giling (shrinkage). Jika susut melampaui 2.5%, operator wajib menghentikan produksi dan memeriksa kebocoran siklon debu atau saringan hammer mill.
5.5 Tahap 5: Distribusi Internal Material Request (IMR)
- Unit peternakan konsumen (Kandang Ayam, Feedlot Sapi, Kolam Nila) menerbitkan IMR resmi via ERP.
- Manajer Pabrik Pakan memverifikasi kuota permintaan dan menerbitkan Delivery Order (DO) ber-nomor unik.
- Muat pakan ke armada logistik BUMDes sesuai jumlah karung DO.
- Pengemudi armada menyerahkan pakan ke penanggung jawab unit penerima, melakukan pemeriksaan fisik karung, dan meminta tanda tangan digital Bukti Serah Terima (BAST).
- Sistem ERP memicu jurnal eliminasi rekening koran dan pemotongan stok gudang secara seketika.
6. Formula Matematis Baku (Keseimbangan Nutrisi & Produksi)#
Seluruh perhitungan numerik pakan pada sistem ERP BUMDes didasarkan pada formula standar berikut:
6.1 Formula Pearson Square (Penyeimbang 2 Bahan Protein)
Untuk memadukan Bahan A (kadar protein cpA) dan Bahan B (kadar protein cpB) menuju target protein campuran (targetCP):
Bagian A = |cpB - targetCP|
Bagian B = |targetCP - cpA|
Total Bagian = Bagian A + Bagian B
Persentase Bahan A (%) = (Bagian A / Total Bagian) * 100%
Persentase Bahan B (%) = (Bagian B / Total Bagian) * 100%
Contoh Kasus: Dedak Padi (CP 12%) dan Konsentrat Kedelai (CP 42%) untuk target pakan kambing CP 18%:
- Bagian Dedak = |42 - 18| = 24 bagian
- Bagian Konsentrat = |18 - 12| = 6 bagian
- Total Bagian = 30 bagian
- Proporsi Dedak = (24 / 30) * 100% = 80%
- Proporsi Konsentrat = (6 / 30) * 100% = 20%
6.2 Formula Susut Giling (Yield & Shrinkage)
Bobot Susut (kg) = Total Input Bahan Mentah (kg) * (Persentase Susut / 100)
Output Pakan Jadi (kg) = Total Input Bahan Mentah (kg) - Bobot Susut (kg)
Rasio Susut Aktual (%) = (Bobot Susut / Total Input Bahan Mentah) * 100%
Ambang Batas Kritis: Rasio Susut Normal = 0.8% - 1.5%. Rasio Susut Waspada = 1.6% - 2.5%. Di atas 2.5% = Produksi Ditolak untuk Investigasi Kebocoran.
6.3 Formula HPP Pakan Jadi per Kilogram
Total Biaya Bahan Baku = Jumlah (Kuantitas Bahan i * Harga Pokok Bahan i)
Biaya Overhead Pabrik = Biaya Listrik Mesin + Biaya Tenaga Kerja Giling + Kemasan Karung
HPP per Kilogram = (Total Biaya Bahan Baku + Biaya Overhead Pabrik) / Output Pakan Jadi (kg)
7. Tata Kelola Akuntansi Jurnal Dobel & Anti-Commingling#
Untuk mematuhi regulasi Permendesa No. 13/2023 dan SAK EP Bab 9, sistem memberlakukan pemisahan rekening secara ketat:
7.1 Matriks Akun COA Terisolasi
┌───────────────────────────┬───────────────────────┬───────────────────────┐
│ Pos Akun Keuangan │ Jalur Komersial │ Jalur Ketahanan Pangan│
│ │ (Unit: PTR-PAKAN) │ (Unit: KTPG-PAKAN) │
├───────────────────────────┼───────────────────────┼───────────────────────┤
│ Kas Operasional │ 1-101.02 (Kas Komers) │ 1-101.03 (Kas Ketapang│
│ Bank Operasional │ 1-102.02 (Mandiri Kom)│ 1-102.03 (BPD Ketapang│
│ Persediaan Bahan Baku │ 1-104 │ 1-104 │
│ Persediaan Pakan Jadi │ 1-105 │ 1-105 │
│ HPP Manufaktur Pakan │ 5-101 │ 5-101 │
│ Beban Pakan Konsumsi │ 5-102 │ 5-102 │
│ Rekening Koran Antar Unit │ 1-609 (RK Komersial) │ 1-602.01 (RK Ketapang)│
└───────────────────────────┴───────────────────────┴───────────────────────┘
7.2 Alur Jurnal Manufaktur & Distribusi IMR
A. Pembelian Bahan Baku Mentah
[DEBIT] 1-104 Persediaan Bahan Baku Rp 5.000.000
[KREDIT] 1-101.02 / 1-102.02 Kas / Bank Komersial Rp 5.000.000
(Untuk Jalur Ketapang, kredit menggunakan Kas 1-101.03 / Bank 1-102.03)
B. Eksekusi Pencampuran & Konversi Produksi
[DEBIT] 1-105 Persediaan Pakan Jadi Olahan Rp 5.350.000
[KREDIT] 1-104 Persediaan Bahan Baku Rp 5.000.000
[KREDIT] 5-108 Beban Operasional Listrik & Mesin Rp 350.000
C. Distribusi Pakan via IMR ke Unit Peternakan Ayam Komersial
Buku Besar Pabrik Pakan (PTR-PAKAN):
[DEBIT] 1-609 Rekening Koran Unit Peternakan Rp 3.250.000
[KREDIT] 1-105 Persediaan Pakan Jadi Rp 3.250.000
Buku Besar Peternakan Ayam (PTR-AYAM / SAP-01):
[DEBIT] 5-102 Beban Pakan Operasional Ternak Rp 3.250.000
[KREDIT] 1-609 Rekening Koran Pabrik Pakan Rp 3.250.000
D. Eliminasi Konsolidasi Holding Akhir Periode
[DEBIT] 1-609 Utang Rekening Koran Pabrik Pakan Rp 3.250.000
[KREDIT] 1-609 Piutang Rekening Koran Pabrik Pakan Rp 3.250.000
(Saldo eliminasi bersih: Rp 0 / Net Neutrality)
8. Manajemen Risiko, Keselamatan Kerja (K3) & Pengesahan#
8.1 Standar Keselamatan & Kesehatan Kerja (K3)
- Perlindungan Debu Organik: Operator mesin hammer mill dan mixer wajib mengenakan masker respirator standar N95 guna mencegah paparan partikel debu jagung dan dedak yang dapat memicu iritasi saluran pernapasan.
- Perlindungan Pendengaran: Ruang penggilingan memiliki tingkat kebisingan di atas 85 dB; pekerja wajib mengenakan sumbat telinga (ear plug / ear muff).
- Kelistrikan & Pencegahan Kebakaran: Mesin mixer wajib dilengkapi arde (grounding) mandiri untuk mencegah percikan listrik statis pada konsentrasi debu tinggi (dust explosion risk). Sediakan 2 unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR) serbuk kimia kering ukuran 6 kg di ruang produksi.
- Sanitasi Harian: Bersihkan sisa pakan pada sudut mixer setiap akhir giliran kerja (shift) guna mencegah fermentasi asam dan pertumbuhan jamur mikotoksin.
8.2 Lembar Pengesahan Regulasi Dokumen (Edisi 2026.2)
┌────────────────────────────────────────────────────────────────────────┐
│ LEMBAR PENGESAHAN DOKUMEN │
│ SOP PRODUKSI & DISTRIBUSI PAKAN TERNAK MANDIRI │
│ Nomor Dokumen: SOP/BUMDES/FDM/001-REV2026 │
├──────────────────────────────────┬─────────────────────────────────────┤
│ Dibuat & Disiapkan Oleh: │ Diperiksa & Disetujui Oleh: │
│ │ │
│ │ │
│ │ │
│ ______________________________ │ _________________________________ │
│ Ir. H. Sudirman, M.Pt. │ Drs. H. Ruslan Mansur, M.Si. │
│ Manajer Teknis & Formulator Pakan│ Direktur Utama BUMDes Bolulango │
│ Tanggal: 15 September 2026 │ Tanggal: 15 September 2026 │
├──────────────────────────────────┴─────────────────────────────────────┤
│ Disahkan Oleh Perwakilan Pemerintah Desa (Penasihat BUMDes): │
│ │
│ │
│ │
│ _________________________________________ │
│ H. Mansyur Thalib, S.Sos. │
│ Kepala Desa Bolulango (Dewan Penasihat BUMDes) │
│ Tanggal: 15 September 2026 │
└────────────────────────────────────────────────────────────────────────┘