SOP & Logika Sub-Unit

SOP & Logika Sub-Unit

Updated: Jun 2026Oleh: SystemPanduan Sub-Unit
Menyiapkan Audio...
Protected View (Read Only)

Panduan Teknis & Logika Sub-Unit Usaha (SOP)

Dokumen ini menjelaskan logika teknis dan operasional untuk Sub-Unit Usaha dalam sistem ERP BUMDes. Panduan ini dibuat untuk mencegah terjadinya "Ghost Unit" (Unit yang ada nama tapi tidak ada data) dan memastikan konsolidasi keuangan yang akurat.

1. Definisi Hirarki (Parent vs Child)#

Sistem menggunakan model Hierarki Bertingkat (Multi-Level Hierarchy).

  • Holding (Level 0): Kantor Pusat BUMDes. Tidak melakukan operasi teknis, hanya manajemen investasi dan konsolidasi.
  • Parent Unit (Level 1): Contoh: Unit Peternakan (Induk).
    • Bertindak sebagai "Kepala Divisi".
    • Biasanya memegang Aset Tetap besar (Tanah, Bangunan Kandang).
    • JANGAN menginput transaksi operasional harian (pakan, panen) di sini jika memiliki sub-unit.
  • Sub-Unit (Level 2 - Child): Contoh: Ayam Petelur, Sapi Potong, Ikan Nila.
    • Ini adalah Pusat Biaya (Cost Center) dan Pusat Laba (Profit Center) yang sebenarnya.
    • WAJIB menginput log harian, penjualan, dan biaya operasional di level ini.

2. Aturan "Golden Rule" Input Data#

"Input Data Operasional Selalu di Level Terbawah (Child)"

Masalah yang Sering Terjadi (Kasus Audit Peternakan):

User menginput pembelian pakan dan penjualan telur di akun Unit Peternakan (Induk).

  • Akibat: Sub-Unit Ayam Petelur terlihat kosong (0 pendapatan, 0 biaya). Laporan performa (FCR, Mortalitas) di sub-unit jadi error/kosong.

Solusi Standar:

  1. Transaksi Harian: Admin Unit Login sebagai manager_unit_peternakan, memilih skope Ayam Petelur. Input pakan/panen di sana.
  2. Aset Tetap: Boleh dicatat di Parent (Induk) jika aset tersebut dipakai bersama (misal: Traktor dipakai Sapi & Ayam). Jika spesifik (Kandang Ayam A), catat di Sub-Unit.

3. Logika Keuangan & Kas (Cash Pooling)#

Karena Sub-Unit seringkali tidak pegang uang tunai besar, sistem menggunakan logika Rekening Koran (RK) / Cash Pooling.

  • Kasus: Ayam Petelur butuh pakan Rp 5 Juta.
  • Realita: Uang ada di Bendahara Peternakan (Induk).
  • Pencatatan Sistem:
    1. Di Unit Induk: Kas Keluar (Kredit) -> Masuk ke Piutang Unit/RK Ayam Petelur (Debit).
    2. Di Sub-Unit: Hutang Unit/RK Induk (Kredit) -> Masuk ke Biaya Pakan (Debit).
    • Hasil: Kas Induk berkurang, Biaya Sub-Unit bertambah.

4. Peran & Tanggung Jawab#

PeranAkses LevelTanggung Jawab Utama
Manager Unit PeternakanInduk & Semua Sub-UnitMemantau konsolidasi, acc pengadaan aset, mutasi stok antar unit.
Koordinator LapanganSpesifik Sub-UnitWAJIB isi Log Harian (Makan, Mati, Panen). Tidak perlu pusing akuntansi rumit.
Admin KeuanganHoldingAudit jurnal rekalsifikasi dan depresiasi aset.

5. Implementasi di Sistem#

Struktur Database

Tabel business_units memiliki kolom parent_id.

  • Jika parent_id NULL -> Parent/Independent.
  • Jika parent_id terisi -> Sub-Unit.

Laporan Konsolidasi

Sistem backend (finance.ts) secara otomatis melakukan Recursive Roll-up.

  • Laporan Laba Rugi Unit Induk = Laba Rugi Induk Sendiri + (Laba Rugi Sub-Unit 1 + Sub-Unit 2 + ...).

Rekomendasi Revisi: Saat ini, UI kadang membingungkan user untuk memilih unit mana saat input data. Kita perlu menambahkan Unit Selector yang lebih tegas di menu navigasi atas yang memaksa user memilih "Konteks Kerja" mereka.