SOP & Logika Sub-Unit
18

SOP & Logika Sub-Unit

Updated: Agu 2026Oleh: Ansor
Menyiapkan Audio...
Protected View (Read Only)

Panduan Teknis & Logika Sub-Unit Usaha (SOP)

Dokumen ini menjelaskan logika teknis dan operasional untuk Sub-Unit Usaha dalam sistem ERP BUMDes. Panduan ini dibuat untuk mencegah terjadinya "Ghost Unit" (Unit yang ada nama tapi tidak ada data) dan memastikan konsolidasi keuangan yang akurat.

1. Definisi Hirarki (Parent vs Child)#

Sistem menggunakan model Hierarki Bertingkat (Multi-Level Hierarchy).

  • Holding (Level 0): Kantor Pusat BUMDes. Tidak melakukan operasi teknis, hanya manajemen investasi dan konsolidasi.
  • Parent Unit (Level 1): Contoh: Unit Peternakan (Induk).
    • Bertindak sebagai "Kepala Divisi".
    • Biasanya memegang Aset Tetap besar (Tanah, Bangunan Kandang).
    • JANGAN menginput transaksi operasional harian (pakan, panen) di sini jika memiliki sub-unit.
  • Sub-Unit (Level 2 - Child): Contoh: Ayam Petelur, Sapi Potong, Ikan Nila.
    • Ini adalah Pusat Biaya (Cost Center) dan Pusat Laba (Profit Center) yang sebenarnya.
    • WAJIB menginput log harian, penjualan, dan biaya operasional di level ini.

2. Aturan "Golden Rule" Input Data#

"Input Data Operasional Selalu di Level Terbawah (Child)"

Masalah yang Sering Terjadi (Kasus Audit Peternakan):

User menginput pembelian pakan dan penjualan telur di akun Unit Peternakan (Induk).

  • Akibat: Sub-Unit Ayam Petelur terlihat kosong (0 pendapatan, 0 biaya). Laporan performa (FCR, Mortalitas) di sub-unit jadi error/kosong.

Solusi Standar:

  1. Transaksi Harian: Admin Unit Login sebagai manager_unit_peternakan, memilih skope Ayam Petelur. Input pakan/panen di sana.
  2. Aset Tetap: Boleh dicatat di Parent (Induk) jika aset tersebut dipakai bersama (misal: Traktor dipakai Sapi & Ayam). Jika spesifik (Kandang Ayam A), catat di Sub-Unit.

3. Logika Keuangan & Kas (Cash Pooling)#

Karena Sub-Unit seringkali tidak pegang uang tunai besar, sistem menggunakan logika Rekening Koran (RK) / Cash Pooling.

  • Kasus: Ayam Petelur butuh pakan Rp 5 Juta.
  • Realita: Uang ada di Bendahara Peternakan (Induk).
  • Pencatatan Sistem:
    1. Di Unit Induk: Kas Keluar (Kredit) -> Masuk ke Piutang Unit/RK Ayam Petelur (Debit).
    2. Di Sub-Unit: Hutang Unit/RK Induk (Kredit) -> Masuk ke Biaya Pakan (Debit).
    • Hasil: Kas Induk berkurang, Biaya Sub-Unit bertambah.

4. Peran & Tanggung Jawab#

PeranAkses LevelTanggung Jawab Utama
Manager Unit PeternakanInduk & Semua Sub-UnitMemantau konsolidasi, acc pengadaan aset, mutasi stok antar unit.
Koordinator LapanganSpesifik Sub-UnitWAJIB isi Log Harian (Makan, Mati, Panen). Tidak perlu pusing akuntansi rumit.
Admin KeuanganHoldingAudit jurnal rekalsifikasi dan depresiasi aset.

5. Implementasi di Sistem#

Struktur Database

Tabel business_units memiliki kolom parent_id.

  • Jika parent_id NULL -> Parent/Independent.
  • Jika parent_id terisi -> Sub-Unit.

Laporan Konsolidasi

Sistem backend (finance.ts) secara otomatis melakukan Recursive Roll-up.

  • Laporan Laba Rugi Unit Induk = Laba Rugi Induk Sendiri + (Laba Rugi Sub-Unit 1 + Sub-Unit 2 + ...).

Status Pembaruan (Update): āœ… Rekomendasi untuk menambahkan Unit Selector yang tegas telah berhasil diimplementasikan di antarmuka sistem (UnitSelectorModal.tsx). Saat ini, sistem memaksa pengguna untuk secara eksplisit memilih "Konteks Kerja" hierarkis sebelum mengizinkan input data, sehingga risiko salah input ke Parent Unit dapat terhindari secara efektif.

Apakah panduan ini membantu Anda?

Bacaan Selanjutnya