Simulasi Transaksi
Updated: Jun 2026Oleh: SystemPanduan Sub-Unit
Menyiapkan Audio...
Daftar Isi
Protected View (Read Only)
Simulasi Transaksi Sub-Unit Usaha: Ayam Petelur
Dokumen ini adalah panduan simulasi transaksi end-to-end untuk sub-unit usaha (contoh: Ayam Petelur), mulai dari penyertaan modal hingga pelaporan laba rugi. Simulasi ini menggunakan angka riil untuk memberikan gambaran akuntansi dan alur stok yang jelas.
1. Fase Inisiasi & Modal#
Skenario:
Desa memberikan penyertaan modal sebesar Rp 212.000.000 untuk unit peternakan. Dana ini diteruskan ke sub-unit Ayam Petelur sebagai modal kerja awal.
A. Transaksi Penerimaan Modal (di Level Holding/BUMDes)
- Jurnal Umum manual atau via Menu "Modal Desa":
- (D) Kas / Bank BUMDes: Rp 212.000.000
- (K) Ekuitas - Penyertaan Modal Desa: Rp 212.000.000
B. Transfer Modal ke Unit Peternakan (Induk)
- Jurnal Transfer Kas (RK):
- (D) Piutang Unit Peternakan (RK Unit): Rp 212.000.000
- (K) Kas / Bank BUMDes: Rp 212.000.000
C. Distribusi ke Sub-Unit Ayam Petelur
- Di Buku Unit Induk:
- (D) Piutang Sub-Unit Ayam Petelur (RK Sub): Rp 212.000.000
- (K) Hutang ke Induk (RK Induk) / Kas Unit: Rp 212.000.000
- Di Buku Sub-Unit Ayam Petelur (Otomatis via fitur Transfer/Cash Pooling):
- (D) Kas Tunai Sub-Unit: Rp 212.000.000
- (K) Hutang ke Induk (RK Induk): Rp 212.000.000
2. Fase Investasi Awal & Persiapan#
A. Sewa Kandang (2 Tahun)
- Nilai: Rp 50.000.000
- Metode: Sewa Dibayar Dimuka (Amortisasi bulanan).
- Jurnal (Saat Pembayaran):
- (D) Sewa Dibayar Dimuka (Aset Lancar Lainnya): Rp 50.000.000
- (K) Kas Tunai Sub-Unit: Rp 50.000.000
- Jurnal Penyesuaian (Otomatis tiap akhir bulan):
- Rp 50jt / 24 bulan = Rp 2.083.333 / bulan
- (D) Beban Sewa (Operasional): Rp 2.083.333
- (K) Sewa Dibayar Dimuka: Rp 2.083.333
B. Pembelian Pullet (Ayam Siap Telur)
- Volume: 550 Ekor @ Rp 155.000
- Total: Rp 85.250.000
- Kategori: Aset Biologis (Ternak Produktif) - Bukan persediaan dagang biasa karena menghasilkan produk lain (telur).
- Jurnal:
- (D) Aset Biologis - Ternak Produktif: Rp 85.250.000
- (K) Kas Tunai Sub-Unit: Rp 85.250.000
3. Pengadaan Inventori (Stok)#
A. Pembelian Pakan Mix
- Volume: 3.822 kg @ Rp 8.300
- Total: Rp 31.722.600
- Jurnal:
- (D) Persediaan Pakan (Aset Lancar): Rp 31.722.600
- (K) Kas Tunai Sub-Unit: Rp 31.722.600
- ** Kartu Stok**: Masuk 3.822 kg.
B. Pembelian Vitamin & Obat
- Volume: 4 Paket @ Rp 300.000
- Total: Rp 1.200.000
- Jurnal:
- (D) Persediaan Obat-obatan (Aset Lancar): Rp 1.200.000
- (K) Kas Tunai Sub-Unit: Rp 1.200.000
4. Siklus Operasional Harian (Log Harian)#
Di menu "Log Harian", Koordinator Kandang menginput data setiap hari. Misal Tgl 1 Februari:
-
Pemakaian Pakan:
- Input: 110 kg.
- Logika Akuntansi (HPP): 110 kg x Rp 8.300 (Average Cost) = Rp 913.000.
- Jurnal Otomatis:
- (D) Beban Pokok Produksi (HPP) - Pakan: Rp 913.000
- (K) Persediaan Pakan: Rp 913.000
- Stok Pakan berkurang 110 kg.
-
Panen Telur:
- Input: 28 kg (sekitar 450 butir).
- Logika: Menambah stok persediaan barang jadi (Telur).
- Valuasi: Sistem BUMDes sederhana biasanya mencatat Kuantitas saja saat panen, nilai Rupiah baru diakui saat penjualan (Cash Basis modified) ATAU menggunakan HPP standar.
- Jurnal Standar BUMDes: Tidak ada jurnal Rupiah saat telur keluar dari ayam, hanya penambahan Stok Kuantitas Telur di gudang. Beban sudah dicatat saat pakan dimakan.
-
Kematian Ayam (Mortalitas):
- Input: 2 ekor mati.
- Logika: Mengurangi nilai aset biologis.
- Nilai Rugi: 2 x Rp 155.000 = Rp 310.000.
- Jurnal Otomatis:
- (D) Beban Kerugian Ternak Mati: Rp 310.000
- (K) Aset Biologis - Ternak Produktif: Rp 310.000
5. Penjualan & Pendapatan#
Skenario: Penjualan Telur Harian
- Menjual 25 kg telur @ Rp 28.000/kg.
- Total: Rp 700.000.
- Jurnal (Kasir):
- (D) Kas Tunai Sub-Unit: Rp 700.000
- (K) Pendapatan Penjualan Telur: Rp 700.000
- Mutasi Stok: Stok Telur berkurang 25 kg.
Laporan Laba Rugi Harian (Ilustrasi)
- Pendapatan: Rp 700.000
- Beban HPP (Pakan): (Rp 913.000)
- Beban Sewa Harian: (Rp 69.444)
- Beban Kematian: (Rp 310.000)
- Laba/Rugi Bersih: (Rp 592.444) - Rugi
- Catatan: Wajar rugi di awal karena produksi belum optimal atau ayam masih masa adaptasi, tapi beban pakan sudah full. FCR (Feed Conversion Ratio) yang buruk akan langsung terlihat di angka ini.
6. Setor Keuangan (Cash Pooling Balik)#
Jika Kas Tunai di Sub-Unit menumpuk (misal sudah Rp 10 Juta dari hasil telur), uang fisik disetor ke Bendahara Induk/Desa.
- Transaksi: Setor Kas Rp 10.000.000.
- Jurnal Sub-Unit:
- (D) Hutang ke Induk (Mengurangi Hutang Modal Awal) / Piutang ke Induk: Rp 10.000.000
- (K) Kas Tunai Sub-Unit: Rp 10.000.000
- Jurnal Unit Induk:
- (D) Kas Unit Induk: Rp 10.000.000
- (K) Piutang Sub-Unit (Mengurangi Piutang Modal): Rp 10.000.000
Rangkuman Saldo Aset (Pasca Transaksi di atas)#
- Kas Tunai: Sisa dari modal Rp 212jt dikurangi belanja aset & pakan + hasil penjualan telur.
- Persediaan Pakan: 3.822 kg - 110 kg = 3.712 kg.
- Aset Ayam: 550 - 2 = 548 Ekor.
- Sewa Dibayar Dimuka: Rp 47.916.667 (nilai buku berkurang tiap bulan).