Panduan Operasional Ketapang
Modul Panduan Operasional: SBU Ketahanan Pangan (Ketapang)
Modul ini adalah buku panduan (playbook) resmi bagi para Manajer Unit Ketapang untuk mengoperasikan Pilar Strategis Ketahanan Pangan BUMDes melalui sistem ERP.
1. Pemahaman Dashboard Konsolidasi#
Sebagai Manajer Ketapang (Kode: KTPG), saat Anda login ke aplikasi:
- Anda tidak akan melihat data dari "Pusat Agro-Industri Digital" atau "Peternakan Bio-Digital" komersial milik holding utama.
- Anda hanya akan melihat agregat (gabungan) dari:
Ayam Petelur Ketapang,Broiler Ketapang,Sapi Ketapang,Hortikultura Ketapang, danPasar Bumi/Trading Ketapang. - Indikator Keberhasilan Anda: Angka Net Income (Laba Bersih) yang tertera di menu
Dashboard Ketapangadalah murni bottom-line dari ekonomi sirkular Anda.
2. Praktik Ekonomi Sirkular di ERP (Tukar Guling Internal)#
Salah satu keunggulan SBU Ketapang adalah rantai pasok internal. Contoh Kasus:
Unit Sapi Ketapang (KTPG-SPI) menghasilkan kotoran yang dikeringkan menjadi pupuk. Unit Hortikultura Ketapang (KTPG-HRT) butuh pupuk tersebut untuk menanam jagung.
Cara Mencatatnya di ERP agar Kas Desa Tidak Bocor:
- Manajer
KTPG-SPImembuat Quick Journal (Jurnal Cepat):- Pilih Sub-Unit:
Penggemukan Sapi Ketapang (KTPG-SPI) - Tipe:
Income(Pendapatan/Keluar Barang) - Nominal: Rp 500.000 (Valuasi pupuk)
- Akun Debit:
Rekening Koran (RK) Unit Hortikultura(Artinya: Horti berhutang sistemik ke Sapi) - Akun Kredit:
Pendapatan Pupuk Kandang
- Pilih Sub-Unit:
- Manajer
KTPG-HRTTIDAK PERLU lagi mengeluarkan uang cash. Kebutuhan pupuknya sudah dipenuhi secara internal. - Saat penutupan buku (
Closing), sistem HoldingKTPGakan mengeliminasi transaksi Rp 500.000 ini agar tidak tercatat sebagai laba palsu saat dilaporkan ke Kepala Desa.
3. Menjalankan "Lapak / Pasar Bumi" (Trading House)#
Semua sub-unit peternakan dan pertanian dilarang keras menjual langsung ke warga secara eceran. Semua hasil panen wajib dicatat "masuk" ke Unit KTPG-TRD (Lapak / Pasar Bumi).
SOP Operasional Pasar Bumi Ketapang:
- Manajer Petelur memanen 50 Kg telur $\rightarrow$ Kirim ke Pasar Bumi (Catat Jurnal Transfer Antar Unit).
- Manajer Pasar Bumi (Kasir) membuka menu Point of Sale (POS) di ERP.
- Kasir menjual telur tersebut ke masyarakat desa dengan harga di bawah harga tengkulak (Fungsi penstabil harga/Ketahanan Pangan).
- Pemindai Barcode atau pencarian nama pelanggan digunakan untuk mencatat siapa saja warga yang sudah menerima pasokan pangan subsidi/wajar dari BUMDes.
4. Pengelolaan Dana Cadangan Ketahanan Pangan (20% DD)#
Penyertaan modal khusus Ketapang dari APBDes tidak boleh dikelola di brankas utama BUMDes komersial.
- Saat Dana Desa (DD) cair, Bendahara Pusat membuat Jurnal Penanaman Modal ke unit KTPG.
- Uang tersebut masuk ke Buku Besar
KTPG. - Anda (Manajer KTPG) kemudian memutuskan: "Rp 50 Juta untuk Modal Kerja Horti, Rp 100 Juta untuk Beli Bibit Sapi".
- Di akhir pelaporan tahunan, Anda dapat langsung mengekspor Laporan Keuangan
KTPGdan membedahnya di depan Tim Inspektorat Wilayah (Inspektorat Kabupaten) sebagai Laporan Pertanggungjawaban Mutlak (LPJ) 20% DD Ketahanan Pangan Bersih.